• Jumat, 30 September 2022

Pengabdi Setan 2 Memperlihatkan Peran Vital Jurnalis

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:15 WIB
budiman sailendra (tribunstyle.com)
budiman sailendra (tribunstyle.com)

NONGKRONG.CO- Jurnalis merupakan sebuah pekerjaan yang tampaknya cukup diidam-idamkan oleh sebagian orang yang menyukai tantangan. Dunia jurnalis merupakan sebuah fragmen kecil yang ditugaskan untuk menyibak tabir kepalsuan di muka bumi.

Sejak awal, kemunculan orang-orang jurnalis memang ditugaskan untuk mencari berita dan menyebarluaskan temuan mereka dalam bentuk informasi utuh dan bisa diterima oleh masyarakat. Namun di masa lalu, Indonesia sempat melakukan tekanan yang cukup luar biasa menyulitkan kawan-kawan jurnalis.

Terutama di era Orde Baru yang tergolong cukup ketat dalam pemberitaan. Menjadi jurnalis pada tahun itu menjadi sangat berbahaya, karena bisa jadi nyawa anda melayang jika sedikit menyinggung pemerintahan yang berkuasa.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Tepung Renyah Gurih Kriuk Dengan Telur

Peran jurnalis kembali dihidupkan kembali oleh Joko Anwar dalam film Pengabdi Setan 2. Di awal film di dimulai, jurnalis nampak memiliki peran yang cukup penting dan sangat berbahaya.

Film ini dimulai dari seorang jurnalis yang tiba-tiba diculik pada tahun 1955. Nama jurnalis itu adalah Budiman Syailendra, dia merupakan karakter yang sempat muncul di Pengabdi Setan sebelumnya dan berhasil menyelamatkan keluarga Suwono.

Budiman diculik oleh suruhan salah satu polisi yang saat itu sedang bertugas. Dia ternyata dipanggil untuk melihat sebuah fenomena gaib yang sangat mengerikan. Ternyata pada awal film, telah diperlihatkan tentang para mayat yang bisa merangkak dan berbaris dalam sebuah ruangan.

Baca Juga: Spoiler Karakter Tari di Film Pengabdi Setan 2 Paling Disukai Penonton Lelaki di Film Pengabdi Setan 2 komuni

Ruangan itu tempat para mayat itu bersujud dalam satu arah dan terkesan cukup menyeramkan. Budiman mendapat amanah dari temannya yang ada di kepolisian saat itu, untuk segera mengungkap kasus ini, namun jangan sampai melibatkan orang banyak. Sebab ditakutkan terjadi kepanikan massal yang tidak perlu.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X