• Jumat, 20 Mei 2022

A Family: Sisi Lain Kehidupan Yakuza

- Selasa, 13 Juli 2021 | 05:44 WIB
k
k

“A Family” merupakan film asal Jepang yang mengangkat kehidupan yakuza. Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Fuji Michihito dan dibintangi oleh Go Ayano, Hiroshi Tachi, Machiko Ono, Hayato Ichihara, Hayato Isomura, dan Shinobu Terajima. Film drama-kriminal Netflix Original Jepang ini, mulai tayang di Netflix sejak 18 Juni 2021 lalu. Meski berkisah tentang kehidupan yakuza, “A Family” memiliki alur cerita yang berbeda dengan film yakuza kebanyakan, yang penuh dengan aksi kriminal, seperti perkelahian dan pembunuhan yang brutal. Pasalnya, film yang dibintangi oleh Go Ayano tersebut justru mengangkat sisi lain kehidupan yakuza, yang mungkin jarang diketahui orang. “A Family” memiliki setting waktu tahun 1999, 2005, dan 2019. Film dimulai pada tahun 1999, ketika Kenji Yamamoto (diperankan Go Ayano) yang merupakan tokoh utama, baru ditinggal mati oleh ayahnya. Kepergian sang ayah membuat Kenji tidak lagi memiliki keluarga. Ia pun menghabiskan hari-harinya sebagai berandal jalanan yang tidak memiliki tempat untuk dituju. Meski demikian, dirinya sangat membenci narkoba, mengingat penyebab kematian ayahnya adalah akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Pada suatu kali, saat sedang makan bersama kedua rekannya, Kenji berhasil menyelamatkan pimpinan geng Yakuza Shizabaki Gumi, bernama Hirosho Shibaki (diperankan Hiroshi Tachi). Karena merasa berterima kasih, Shibaki menawari Kenji untuk masuk ke dalam kelompok yakuza yang dia pimpin. Awalnya, Kenji menolak tawaran tersebut. Namun, pada akhirnya Ken pun luluh dan memutuskan untuk bergabung ke dalam Yakuza Shizabaki Gumi. Scene kemudian beralih ke tahun 2005, yang memperlihatkan jika Kenji sudah menjadi seorang yakuza. Ia menjadi orang kepercayaan dari Shibaki, dan bahkan sudah dianggap seperti anak sendiri. Terlihat dengan jelas bahwa hubungan mereka sudah seperti ayah dan anak. Di antara para anggota yakuza yang lain juga terjalin hubungan layaknya sebuah keluarga. Bos dianggap sebagai kepala keluarga, sedangkan anggota yang lain adalah saudara. Mereka yang senior merupakan kakak bagi yang junior. Mereka tidak dilahirkan sedarah, tapi menjadi keluarga. Karena hal itu, mereka pun memiliki kewajiban untuk saling melindungi. Di suatu malam, Kenji terlibat masalah dengan kelompok yakuza lain. Akar dari masalah itu adalah soal perebutan wilayah. Masalah berlanjut menjadi sebuah perseteruan yang mengancam nyawa bos Shizabaki Gumi. Dalam sebuah perjalanan, terjadi upaya pembunuhan terhadap bos. Bos berhasil diselamatkan, tetapi salah satu rekan Kenji yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri harus tewas. Kenji yang merasa kehilangan lantas berusaha balas dendam dengan cara melakukan pembunuhan. Karena tindakannya itu, ia harus mendekam di penjara selama 14 tahun. Selain mengisahkan tentang kelompok yakuza, film ini juga dibumbui dengan kisah romansa. Kenji jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Yuka (diperankan Machiko Ono). Walau sebenarnya tidak termasuk ke dalam inti cerita, kisah asmara antara Kenji dan Yuka ini nantinya akan mendukung bagaimana penggambaran kehidupan mantan anggota yakuza. Tepat 14 tahun, yaitu pada tahun 2019, Kenji akhirnya bebas. Ia kembali lagi kepada “keluarganya”. Dalam rentang waktu yang cukup lama itu, ternyata telah terjadi banyak perubahan dalam organisasi. Mulai dari kekalahan Shizabaki Gumi dari kelompok yakuza lain, jumlah anggota yang menurun drastis, pendapatan yang berkurang, hingga diketahuinya fakta bahwa sang bos ternyata mengidap kanker. Dalam film ini ditunjukkan bagaimana orang-orang yang diberi label yakuza sulit diterima dalam  masyarakat. Oleh karenanya, mereka pun juga sukar memperoleh pekerjaan. Ada aturan yang sangat membatasi hak-hak sosial para mantan anggota yakuza, yang biasanya berlaku sampai lima tahun. Mereka dilarang membuka rekening bank dan memiliki kartu kredit, hingga harus menandatangani kontrak layanan seluler. Mantan yakuza sungguh tersingkir dari masyarakat. Hal itu berdampak pula bagi orang-orang yang berada di dekat mereka. Ketika informasi mengenai hubungan Yuka dan Kenji menyebar, Yuka harus dikeluarkan dari pekerjaannya. Putrinya yang masih SMP terpaksa harus pindah sekolah.  Teman Kenji yang telah lama keluar dari yakuza juga dipecat dan ditinggal pergi oleh isteri serta anaknya, karena hubungannya dengan Kenji terungkap. Keluarnya Kenji dari penjara dianggap membawa sial bagi mereka. Mungkin ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan situasi ini adalah sudah jatuh, masih tertimpa tangga. Zaman telah berubah dan yakuza tengah berada di ujung senja. Yakuza tidak dapat merekrut generasi muda, karena terbentur oleh aturan. Di sisi lain, usia anggota yakuza yang tersisa juga semakin tua. Selama menonton, kita akan lebih banyak diperlihatkan momen-momen yang pilu, alih-alih disuguhi banyak adegan kekerasan. Film tentang yakuza, tapi cocok untuk tontonan keluarga. Film ini berusaha memberi tahu kita, bahwa ikatan keluarga tidak hanya terbentuk lewat hubungan “sedarah”. Bahkan, kelompok penjahat terorganisir macam yakuza sekalipun memahami makna keluarga.  Di dalam lubuk hati mereka ada hasrat untuk saling menjaga dan melindungi. Film “A Family” setidaknya dapat memberikan perspektif lain kepada kita tentang bagaimana memandang yakuza. Dulu mereka berkuasa, namun kini diasingkan. Memiliki sudut pandang lain mengenai yakuza, bukan berarti hendak membenarkan dan memandang lumrah tindakan-tindakan kriminal yang mereka lakukan. Keluarga adalah tempat untuk pulang. Keluarga bisa ditemukan di mana saja, tak terkecuali di tempat “paling gelap”, yang menurut orang itu menakutkan. Sesama anggota keluarga juga memiliki keinginan untuk saling menjaga dan melindungi. Hal itu tidaklah keliru. Hanya, mungkin eksekusi atau bentuknya saja yang kadang bisa salah.   Biodata penulis : Marqus Trianto, mahasiswa Pendidikan Sejarah. IG : @marqustrianto

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Drakor Religi: Adakah Drama Korea religi?

Rabu, 6 April 2022 | 12:45 WIB

Palindrom, Upaya Menemukan Bentuk

Jumat, 21 Januari 2022 | 06:25 WIB

Menentang Paranoia Bebas Anak

Senin, 23 Agustus 2021 | 05:38 WIB

A Family: Sisi Lain Kehidupan Yakuza

Selasa, 13 Juli 2021 | 05:44 WIB

The BOX : Menantang Diri Sendiri, Yakin?

Jumat, 23 April 2021 | 11:07 WIB

Kiamat Sudah Dekat Versi Sains (?)

Selasa, 13 April 2021 | 23:12 WIB
X