• Jumat, 20 Mei 2022

Film-film Berseting Penjara: dari Israel-Palestina hingga Korea

- Jumat, 16 April 2021 | 23:56 WIB
AAAABWd1OhLQ5Hri2AMyIxPw3jUhh_jmdv989KYAirLcXJSZIcOM6G-g94DKwRkyVyJXMIcpLORpNvMvqQ7w7c2ZbgGUB4Uv
AAAABWd1OhLQ5Hri2AMyIxPw3jUhh_jmdv989KYAirLcXJSZIcOM6G-g94DKwRkyVyJXMIcpLORpNvMvqQ7w7c2ZbgGUB4Uv

-
3000 Nights adalah sebuah film drama kerja sama produksi mancanegara tahun 2015 garapan Mai Masri. Film tersebut ditayangkan di sesi Contemporary World Cinema dari Festival Film Internasional Toronto 2015. Film ini berkisah tentang seorang wanita Palestina, yang saat di penjara Israel, melahirkan seorang bayi. Awalnya, si tokoh utama, seorang wanita Palestina dituduh bekerjasama dengan remaja teroris yang meledakan sebuah bom dan mengakibatkan banyak korban. Remaja tersebut juga terkena ledakan dan meminta bantuan untuk menumpang mobilnya ke rumah sakit. Di rumah sakit mereka ditangkap, dan tokoh kita pun turut di penjara. Hakim: "Apa ia mengancammu?". Suami dan pengacara -untung suami berpangkat sehingga bisa ajak pengacara, menyuruhnya berbohong agar berkata: diancam! Tapi tokoh utama kita berkata: tidak, demi kejujuran. Kejujuran yang mahal harganya dan berakibat ia turut dipenjara. Penjara wanita, ternyata ia sedang hamil. Kondisi penjara yang penuh ketegangan diantara napi wanita tercipta serius di film ini. Diantara napi ada sekelompok napi Israel dan kelompok lain ada napi Palestina. Mereka pun saling ejek, saat perang yang disiarkan televisi di atas meja saat mereka makan siang bersama, dimana perang itu dimenangkan oleh Israel di Libanon, para napi Israel pun melonjak senang dan mengejek para napi Palestina. Cemoohan itu terutama ditujukan pada seorang napi yang tangannya buntung. Ia adalah pejuang Palestina yang telah 15 tahun berjuang. Namun seiring waktu, tokoh kita berkawan dekat dengan salah seorang napi Israel yang kecanduan narkoba, diawali secara kebetulan bayi tokoh kita sakit. Di ruang klinik, tokoh kita mengajaknya berbincang agar meninggalkan jerat madat,  dan sejak itu si wanita Israel itu tersentuh hatinya. Mereka berkawan, namun terkadang politik membuat mereka berjarak kembali. Hingga si tokoh utama kita juga dibantu oleh lelaki Israel yang bersimpati atas perjuangan Palestina. Lelaki tawanan juga yang bertugas sebagai cleaning servis. Sesaat setelah kejadian perang antara Israel dan Libanon, kelompok napi Palestina mogok. Mereka mogok makan, juga mogok masak -tugas yang selama ini mereka emban. "Aku tak sudi lagi memasak buat para petugas itu!" kata napi Palestina. "Aku ingin meracuni mereka....! " Film ini diteruskan dengan aksi mogok yang menyentuh perasaan, juga dipisahkannya anak dari si tokoh utama akibat aksi mogoknya itu. Si bayi dibawa sipir penjara Israel entah ke mana. 3000 malam terpenjara yang penuh drama pelik kehidupan. Film ini terpilih menjadi perwakilan Yordania untuk Film Berbahasa Asing Terbaik (Oscar) di Academy Awards ke-89 -namun tidak masuk nominasi. Mai Masri adalah seorang pembuat film Palestina didikan Amerika Serikat yang telah menyutradarai sembilan film. Ia lahir di Amman, Yordania dari pasangan Munib Masri asal Nablus dan seorang ibu Amerika asal Texas. Masri dibesarkan di Beirut, dimana ia menjalani sebagian besar masa hidupnya. Ia lulus dari San Francisco State University pada 1981. Tak lama setelah itu, ia pulang ke Beirut dan mulai membuat film. Masri bertemu suaminya, pembuat film Lebanon Jean Chamoun, pada 1982. Mereka membuat beberapa film bersama. Mereka menikah pada 1986, dan memiliki dua putri, Nour dan Hana. Nour merupakan seorang perancang interaksi dan lulusan dari Parsons School of Design dan Hana adalah seorang aktris dan sutradara yang berbasis di New York. Mai tinggal di dekat kamp pengungsian Palestina Shatila di Beirut saat militan Phalangist Lebanon melakukan pembantaian dan pemerkosaan pada 1982. Karya Masri ini sangat layak ditonton.
-
Film lain yang berseting penjara adalah Miracle in Cell No. 7. Film Korea Selatan tahun 2013 yang dibintangi Ryu Seung-ryong, Kal So-won dan Park Shin-hye. Film ini adalah sebuah komedi mengharukan dan melodrama keluarga tentang seorang pria cacat mental yang secara tidak sah dipenjara karena kasus pembunuhan. Teman-teman satu selnya di no 7 membangun persahabatan, dan membantunya melihat putrinya lagi dengan cara menyelundupkannya lewat kotak box saat si anak bernyanyi di acara agama yang rutin diadakan di penjara. Film ini terlaris di tahun 2013 di Korsel, dan karena begitu populernya sampai diadaptasi oleh berbagai negara dari Filipina, India, Turki, bahkan Indonesia dengan judul yang sama. Dan juga meraih banyak penghargaan baik di Korea maupun di ajang internasional, menurut penulis, kualitas film ini bisa disandingkan dengan film Parasite yang juga luarbiasa dan memenangkan piala Oscar. Lantas bagaimana dengan versi film ini di Indonesia.
-
Miracle in Cell No. 7 (Indonesia, 2021) disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi dibawah naungan Falcon Pictures. Film ini dibintangi Vino G Bastian, Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani, Indra Jegel, Rigen Rakelna, Denny Sumargo, Graceilla Abigail, dan Mawar De Jongh. Lantas apakah ada bedanya dengan film aslinya, tentu ada. Korban yang sebenarnya tidak dibunuh, tapi karena terpeleset oleh salju, tentu tak masuk logika jika versi Indonesia juga terpeleset salju karena tak ada musim dingin di negara kita. Dan hukum di pengadilan Korea yang juga jadi seting, disesuaikan dengan hukum film yang bernuansa Indonesia. Namun untuk detilnya alangkah baiknya kita tonton film ini. Lantas film apa lagi ya yang banyak berseting penjara?   Biodata: Han Gagas, penulis dan Penikmat Film. Pernah tinggal di Yerusalem.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Drakor Religi: Adakah Drama Korea religi?

Rabu, 6 April 2022 | 12:45 WIB

Palindrom, Upaya Menemukan Bentuk

Jumat, 21 Januari 2022 | 06:25 WIB

Menentang Paranoia Bebas Anak

Senin, 23 Agustus 2021 | 05:38 WIB

A Family: Sisi Lain Kehidupan Yakuza

Selasa, 13 Juli 2021 | 05:44 WIB

The BOX : Menantang Diri Sendiri, Yakin?

Jumat, 23 April 2021 | 11:07 WIB

Kiamat Sudah Dekat Versi Sains (?)

Selasa, 13 April 2021 | 23:12 WIB
X