• Minggu, 29 Januari 2023

Prediksi Politik Gus Dur Terkait Suksesi Soeharto Sehak 1992 Terbukti, Bagaimana Gus Dur Mengamatinya?

- Rabu, 25 Januari 2023 | 09:02 WIB
Prediksi Politik Gus Dur Terkait Suksesi Soeharto Sehak 1992 Terbukti, Bagaimana Gus Dur Mengamatinya?
Prediksi Politik Gus Dur Terkait Suksesi Soeharto Sehak 1992 Terbukti, Bagaimana Gus Dur Mengamatinya?

NONGKRONG.CO - Pada pertengahan November 1998, koresponden Time di Jakarta, David Liebhold, mendatangi kediaman Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan. Jurnalis senior yang menginvestigasi jaringan bisnis keluarga Soeharto dalam laporan bertajuk Suharto Inc. How Indonesia’s longtime boss built a family fortune ini mewawancarai Gus Dur setelah Tragedi Semanggi I. Wawancara Liebhold diterbitkan Time edisi 23 November 1998 berjudul Muslim Leader Gus Dur: If I Run, I Will Win.

Sebelumnya, pada 11-13 November 1998, ruas-ruas jalan utama ibu kota disesaki ribuan mahasiswa dan masyarakat yang menolak Sidang Istimewa (SI) MPR. Mereka memprotes penunjukan Habibie sebagai presiden menggantikan Soeharto karena dinilai mencederai semangat Reformasi. Habibie dianggap sebagai bagian dari kekuasaan Orde Baru sehingga layak turut ditumbangkan.

Baca Juga: Tak Perlu Mikir Keras, Prabowo Bocorkan Alasan Dibalik Gagalnya Penurunan Stunting di Indonesia

Time, majalah yang bermarkas di New York, menilai Gus Dur sebagai tokoh penting dan paling berpengaruh di Indonesia lantaran Nahdlatul Ulama, organisasi yang dipimpinnya lebih dari satu dasawarsa, diklaim memiliki 20 juta anggota dengan total pengikut sebesar 40 juta.

Tak hanya itu, meski tekanan darah tinggi dan penyumbatan peredaran darah membuat Gus Dur hampir buta dan kebanyakan terbaring di tempat tidur, jika ia mampu menyatukan kekuatan dengan “kelompok merah” yang dipimpin Megawati, diyakini mampu menggeser Habibie kapan pun.

Hanya saja, ini menariknya, ketika Liebhold meminta komentar Gus Dur terkait tuntutan demonstran agar Habibie mundur, justru ia menolak dengan keras. Menurut Gus Dur, melengserkan Habibie sebagai presiden adalah perkara yang tak realistis dan unconstitutional. Bahkan dirinya tidak mau dikaitkan dengan kelompok yang menuntut Habibie lengser.

Baca Juga: Terinspirasi dari India, Prabowo dan Gerindra Bentuk Gerakan Menurunkan Stunting

“Kami berdua [Gus Dur dan Megawati] menyadari bahwa jabatan kepresidenan adalah masalah jangka panjang. Kita harus berhati-hati agar tidak dikuasai oleh emosi,” kata Gus Dur.

Prediksi Politik Gus Dur Terkait Suksesi Soeharto Sehak 1992 Terbukti, Bagaimana Gus Dur Mengamatinya? (Presiden Ri ke-2, Soeharto. FOTO/Doc.Life)

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Secuil Kisah Candi Kalasan

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:03 WIB

Menelisik Dinasti Shang dalam Peradaban Tiongkok Kuno

Minggu, 22 Januari 2023 | 19:00 WIB

Apa Itu Catur dan Sejarahnya

Kamis, 19 Januari 2023 | 11:00 WIB

Kisah Singkat Yerusalem dalam Sudut Pandang 3 Agama

Rabu, 18 Januari 2023 | 18:13 WIB

Sedikit Kisah Film Indonesia

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:33 WIB

Secuil Sejarah Film

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:00 WIB

Perkembangan Musik di Indonesia

Selasa, 17 Januari 2023 | 06:00 WIB

Sejarah Singkat Barongsai dan Jenis-Jenisnya

Senin, 16 Januari 2023 | 11:00 WIB

Baldwin IV: Raja Yerusalem yang Mengidap Sakit Lepra

Minggu, 15 Januari 2023 | 05:56 WIB

Sejarah Teh dan Simbol Kesopanan

Jumat, 13 Januari 2023 | 20:15 WIB
X