• Minggu, 29 Januari 2023

Kisah Yugoslavia, Negara Komunis yang Pernah Menjadi Peserta Piala Dunia 1998

- Senin, 28 November 2022 | 09:00 WIB
Peta Negara Yugoslavia (Etnik) (U.S. Central Intelligence Agency in 1992)
Peta Negara Yugoslavia (Etnik) (U.S. Central Intelligence Agency in 1992)

NONGKRONG.CO - Lebih dari 1 abad yang lalu, tepatnya pasca Perang Dunia I usai, di wilayah Balkan terbentuk sebuah negara baru bernama Yugoslavia. Negara ini berhasil lepas dari kekuasaan Kekaisaran Austria-Hongaria setelah melakukan perlawanan yang mengatas namakan bangsa Slavia Selatan, dengan gerakannya yang dikenal sebagai Pan-Slavisme. Untuk itulah, mayoritas etnis yang menduduki negara ini adalah etnis Slavia.

Setelah melalui jalan yang cukup panjang, akhirnya pada 29 November 1945 secara resmi terbentuk Republik Federal Sosialis Yugoslavia yang terdiri dari gabungan beberapa daerah di wilayah Balkan, seperti Serbia, Kroasia, Slovenia, Montenegro, Makedonia, Bosnia-Herzegovina, serta dua provinsi otonom, yaitu Kosovo dan Vojvodina. Negara baru yang sudah memiliki sejarah panjang ini dipimpin oleh seorang revolusioner komunis bernama Josip Broz Tito

Meskipun Yugoslavia merupakan negara komunis, tetapi negara ini tidak tergabung ke dalam Blok Timur, atau dalam Perang Dingin dikenal sebagai kelompok negara-negara komunis yang digembongi oleh Uni Soviet. Yugoslavia justru memilih netral dan tidak terlibat.

Bahkan, Josip Broz Tito merupakan salah satu penggagas berdirinya Gerakan Non Blok pada tahun 1961 bersama Soekarno dari Indonesia, Jawaharlal Nehru dari India, Gamal Abdul Nasir dari Mesir, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.

Baca Juga: NATO: Organisasi Bentukan Amerika Serikat Sejak Perang Dingin dan Keterlibatannya dengan Perang Rusia Ukraina

Selama masa kepemimpinan Josip Broz Tito, Yugoslavia berhasil membentuk pemerintahan yang terdesentralisasi. Walaupun, desentralisasi tersebut tetap memiliki batas-batas yang 'cukup otoriter'. Tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh besar di negara ini akan dipenjara jika mereka ketahuan mengancam pemerintahan Broz Tito. 

Sayangnya, ketika Broz Tito wafat pada tahun 1980, stabilitas politik dan keamanan di Yugoslavia mulai goyah. Banyak yang berpendapat bahwa Broz Tito tidak mempersiapkan pengganti sebaik dirinya dalam memimpin negara ini. 

Kekacauan pun mulai terjadi. Utang luar negeri yang menumpuk serta ancaman perpecahan di berbagai wilayah Yugoslavia semakin santer terdengar. Akar utama dari perpecahan ini adalah konflik antar etnis. 

Hal ini membuat Dewan Eksekutif Federal dan Parlemen Yugoslavia mengeluarkan keputusan bahwa Yugoslavia akan menganut sistem kepresidenan kolektif yang akan merepresentasikan berbagai etnis. Keputusan ini dibuat pada tahun 1980.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Secuil Kisah Candi Kalasan

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:03 WIB

Menelisik Dinasti Shang dalam Peradaban Tiongkok Kuno

Minggu, 22 Januari 2023 | 19:00 WIB

Apa Itu Catur dan Sejarahnya

Kamis, 19 Januari 2023 | 11:00 WIB

Kisah Singkat Yerusalem dalam Sudut Pandang 3 Agama

Rabu, 18 Januari 2023 | 18:13 WIB

Sedikit Kisah Film Indonesia

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:33 WIB

Secuil Sejarah Film

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:00 WIB

Perkembangan Musik di Indonesia

Selasa, 17 Januari 2023 | 06:00 WIB

Sejarah Singkat Barongsai dan Jenis-Jenisnya

Senin, 16 Januari 2023 | 11:00 WIB

Baldwin IV: Raja Yerusalem yang Mengidap Sakit Lepra

Minggu, 15 Januari 2023 | 05:56 WIB

Sejarah Teh dan Simbol Kesopanan

Jumat, 13 Januari 2023 | 20:15 WIB
X