Sejarah Hari Guru Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 25 November

- Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB
Contoh Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan Ki Hajar Dewantara Untuk Tugas Bahasa Indonesia Anda (wikipedia)
Contoh Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan Ki Hajar Dewantara Untuk Tugas Bahasa Indonesia Anda (wikipedia)

 

 

Pada tahun 1930-an PGHB kembali memperjuangkan berdirinya organiasi keguruan dengan berkolaborasi dengan beberapa organiasi pergerakan nasional dan kepemudaan. Sebut saja Budi Utomo, Sarekat Ambon, Jong Celebes, dan lain-lain. Hingga akhirnya, pada tahun 1933, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia atau PGI. 

Meskipun penamaan PGI kurang disukai oleh pemerintah kolonial karena mencantumkan nama 'Indonesia', namun PGI tidak berhenti berjuang, dan malah mulai melakukan kongres setiap tahunnya. Contohnya, pada tanggal 25-29 November 1936, PGI mengadakan kongres ke-25 di Madiun.

Dalam kongres tersebut, PGI tidak menyetujui perpindahan tanggung jawab pengajaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Alasannya, perlengkapan mengajar pemerintah daerah tidak memadai. Hal ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan proses belajar-mengajar tidak berjalan efektif.

Baca Juga: Raden Mas Panji Sosrokartono, Kakak Raden Ajeng Kartini Ternyata Seorang Poliglot

Apalagi, pada saat itu Politik Etis sedang dilaksanakan. Salah satu poinnya, yaitu edukasi, tetap harus berjalan tanpa hambatan demi menghasilkan masyarakat Hindia-Belanda yang terdidik. 

Meskipun terus berjuang dalam mengedepankan kualitas belajar-mengajar di Hindia Belanda, (salah satunya adalah keputusan diadakannya wajib belajar bagi siswa), namun PGI sempat mati suri di masa pendudukan Jepang. Saat itu, organisasi yang disinyalir dapat mengancam kedudukan Jepang di Indonesia diboikot dan tidak diberikan izin untuk berjalan.

Namun, pasca kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 24-25 November 1945, PGI kembali mengadakan Kongres Guru Indonesia di Surakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut adalah kesepakatan para guru untuk bersikap netral dan tidak terikat organisasi manapun.

Baca Juga: Chairil Anwar dan Kanonisasi Sastra Indonesia

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Multatuli dalam Memori Rangkasbitung

Rabu, 1 Februari 2023 | 15:15 WIB

Legenda dan Fakta Sejarah Ratu Boko

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Sejarah Singkat Candi Plaosan

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:00 WIB

Secuil Kisah Candi Kalasan

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:03 WIB

Menelisik Dinasti Shang dalam Peradaban Tiongkok Kuno

Minggu, 22 Januari 2023 | 19:00 WIB

Apa Itu Catur dan Sejarahnya

Kamis, 19 Januari 2023 | 11:00 WIB

Kisah Singkat Yerusalem dalam Sudut Pandang 3 Agama

Rabu, 18 Januari 2023 | 18:13 WIB

Sedikit Kisah Film Indonesia

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:33 WIB

Secuil Sejarah Film

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:00 WIB

Perkembangan Musik di Indonesia

Selasa, 17 Januari 2023 | 06:00 WIB
X