• Kamis, 8 Desember 2022

Sejarah Hari Guru Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 25 November

- Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB
Contoh Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan Ki Hajar Dewantara Untuk Tugas Bahasa Indonesia Anda (wikipedia)
Contoh Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan Ki Hajar Dewantara Untuk Tugas Bahasa Indonesia Anda (wikipedia)

 

NONGKRONG.CO -  Salah satu adab yang perlu dijunjung tinggi adalah memuliakan guru. Jasanya sungguhlah besar. Meskipun bukan orang tua kandung, tetapi guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap perkembangan akademik maupun non akademik siswa. Tidak heran jika guru memiliki sebutan penghargaan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sungguh pantas jika setiap tahun diperingati Hari Guru Nasional. 

Namun, sejarah perjuangan guru ternyata sudah dimulai sejak era kolonial Hinda-Belanda. Pada awal abad ke-20, guru masih dipandang sebelah mata, baik dari pemerintah kolonial hingga masyarakat itu sendiri. 

Diskriminasi sempat terjadi bagi guru-guru yang merupakan orang bumiputera asli. Sebab ketika itu, pemerintah kolonial hanya memperhitungkan guru-guru yang berasal atau berketurunan Belanda.

Baca Juga: Contoh Sambutan Singkat Kepala Sekolah pada Hari Guru Nasional 2022, Menyentuh Hati dan Penuh Pesan

Diskriminasi tersebut juga tercermin dari penghasilan guru yang hanya berkisar f7,50 (gulden) hingga f130 (gulden) per bulan. Upah tersebut berdasarkan latar belakang guru, serta kualitasnya dalam mengajar. Biasanya, lulusan Guru Sekolah Desa digaji lebih kecil. Sementara, lulusan sekolah khusus orang-orang Eropa dan memiliki kelebihan keterampilan dalam berbahasa Belanda mendapatkan gaji yang lebih besar. 

Kemudian, pada tahun 1912, salah seorang anggota Budi Utomo, yaitu Raden Mas Ngabehi Dwidjosewojo berinisiatif mendirikan Perserikatan Guru Hindia Belanda atau PGHB. Tujuan awal dari organisasi ini  adalah memperjuangkan para guru mendapatkan upah yang lebih layak. Tindak lanjut dari PGHB adalah membentuk asuransi jiwa nasional bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB atau O.L Mij. PGHB.

Sayangnya, pada tahun 1919 PGHB pecah karena kondisi situasi politik yang kurang stabil. Para anggotanya pun berpencar dan tergabung ke dalam beberapa organisasi guru seperti Kweekschool Bond (KSB), Vaak Onderwijzers Bond (VOB), Nederlands Indische Onderwijzers Genootschap (NIOG), dan lain-lain.

Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional yang Menyentuh Hati dan Bermakna Dalam, Panjenengan Pancen Ngeten!

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari Ibu dalam Kongres Perempuan ke-III tahun 1938

Selasa, 6 Desember 2022 | 12:00 WIB

Chairil Anwar dalam 100 Tahun Kesunyian

Senin, 5 Desember 2022 | 09:41 WIB

Prambanan: Antara Kisah Roro Jonggrang dan Rakai Pikatan

Minggu, 27 November 2022 | 05:00 WIB
X