• Rabu, 5 Oktober 2022

Memaknai Tradisi Tirakatan Pada Malam 17 Agustus-an, Masihkah Ada Di Daerahmu?

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:15 WIB
Makna Merdeka (Yuddi Widdiyantoro/ FB)
Makna Merdeka (Yuddi Widdiyantoro/ FB)

NONGKRONG.CO - Tirakat berarti menahan hawa nafsu (seperti berpuasa, berpantang) atau mengasingkan diri ke tempat yang sunyi (di gunung dan sebagainya) yang memiliki tujuan dalam hal supranatural berupa mengasah batin atau spirit menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Sehingga malam tirakatan dapat dimaknai sebagai malam perenungan panjang tentang sejarah kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan diiringi doa-doa atas anugerah Indonesia merdeka.

Tradisi Tirakatan banyak ditemui di wilayah Jawa. Tirakatan semacam tradisi wajib yang biasa dilakukan setiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini biasanya dihadiri oleh para sesepuh dan pejabat desa, serta warga setempat. Rangkaian acaranya mulai dari pembacaan sajak/puisi tentang jasa pahlawan, mengheningkan cipta dan doa bersama.

Baca Juga: Contoh Sambutan Ketua Rt 17 Agustus Singkat, Memuat Banyak Pesan

Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama satu kampung atu RT minimal. Biasanya, dalam acara ini juga akan ada penyerahan hadiah untuk berbagai macam lomba yang sudah diadakan sebelumnya.

Tradisi malam tirakatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI menjadi tradisi rutin masyarakat sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945. Menurut Sri Sultan Hamengkubuwono X, tirakat sendiri pada hakikatnya adalah soal perenungan, untuk menjadi yang lebih baik lagi di kemudian hari.

“Introspeksi terhadap jati diri Bangsa Indonesia, apakah akan tetap konsisten menjadikan NKRI sebagai negara bangsa, serta Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa,” ujar Sultan dilansir dari jogjaprov.go.id. Dikutip dari laman ngawi.pikiran-rakyat.com

Baca Juga: 17 Agustus Lomba Seru Apa Saja Sederhana Tetap Gembira Memaknai Kebersatuan dan Kebersamaan

Orang Jawa menyebutnya “niti-laku”, yaitu menengok jejak sejarah pergulatan bangsa, mengkaji dan memotret perjuangan masa lalu dalam berbagai zaman dan juga menyebutnya “napak-laku” berupa mengambil ketauladanan para pendiri bangsa.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Romansa Tragis Dibalik Peristiwa Tragedi G30S PKI

Kamis, 29 September 2022 | 21:15 WIB

Usai G30S PKI, Begini Nasib 3 Petinggi PKI

Jumat, 23 September 2022 | 05:00 WIB

Secuil Kisah Sobron Aidit, Adik Kandung DN Aidit

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Mengapa PKI Identik dengan Simbol Palu Arit?

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:30 WIB

5 Teori Peristiwa G30S PKI, Berikut Tokoh, dan Korban

Minggu, 28 Agustus 2022 | 21:45 WIB
X