• Rabu, 5 Oktober 2022

Sejarah Pemberontakan Masyarakat Silungkang 1926-1927: Antara Gerakan PKI dan Islam Revolusioner

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Foto Wilayah Silungkang Tempo Dulu (Wikipedia.org)
Foto Wilayah Silungkang Tempo Dulu (Wikipedia.org)

NONGKRONG.CO – Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1926 hingga 1927. Masyarakat Indonesia pernah membuat gerakan pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda, lebih tepatnya di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.

Gerakan ini adalah buntut dari persoalan yang rumit di Sawahlunto, dimana warga lokal Minangkabau dan masyarakat Pribumi perantau, yang menjadi pekerja tambang mendapatkan perlakuan yang tidak baik, tertindas, dan berada pada struktur etnis paling rendah, diantara etnis Eropa (Belanda), Indo (Belanda-Campuran), dan Timur Asing (Cina).

Baca Juga: Cerpen Burger Daging Kelinci di Kelab Malam Karya Robbyan Abel Ramadhon

Lebih lanjut, gerakan ini dipelopori oleh banyak tokoh masyarakat yang berasal dari Silungkang, sebuah nagari yang cukup ternama pada zamannya. Silungkang merupakan nagari yang termasuk ke dalam Kota Sawahlunto, yang termasuk jalur darat (rel kereta api) dan menjadi penghubung antara Kota Padang dan Kota Sawahlunto.

Maka pemberontakan pada tahun 1926 hingga 1927 tersebut, dinamakan dengan Pemberontakan Silungkang atau Pemberontakan Malam Tahun Baru. Disini saya akan rincikan satu-satu tentang kejadian ini dari dua versi. Pertama, versi yang mengatasnamakan Partai Komunis Indonesia dan Kedua, versi yang mengatasnamakan Islam Revolusioner yang terinspirasi dengan gerakan PKI dan ideologinya. Berikut penjelasannya:

Pertama, Versi yang Mengatasnamakan PKI

Dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Ba'in, Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang (2011: 192). "Meletusnya pemberontakan rakyat Sumatera Barat di Silungkang pada awal tahun 1927 tidak terpisahkan dari serangkaian pemberontakan yang dilakukan PKI di Jawa pada akhir tahun 1926. Pada tanggal 20 Desember 1926 telah terkumpul lebih dar 30 orang komunis di Silungkang. Mereka adalah pemimpin anak cabang Padang Panjang, Sawahlunto, Batusangkar, dan Silungkang (Benda & McVey, 1960: 170)."

Baca Juga: Bharada E Mulai Buka-bukaan Siap Mengajukan Diri Sebagai Justice

Lebih lanjut, dalam sumber yang sama. Dijelaskan bahwa, "pemerintah kolonial Belanda telah mencium rencana pemberontakan itu. Oleh karena itu sebelum pemberontakan pecah seperti yang direncanakan beberapa pemimpin komunis Sumatera Barat ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda pada tanggal 30 Desember 1926. Meskipun para pemimpin komunis Sumatera Barat telah ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda, namun akhirnya pemberontakan meletus juga, dimana aksi ini dilakukan oleh kaum buruh tani yang miskin, para pedagang yang bangkrut, para buruh perkebunan dan kaum bromocorah serta guru-guru agama dari golongan muda (Wertheim, 1950: 146-150)."

Kedua, Versi yang Mengatasnamakan Islam Revolusioner

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Jurnal Ilmiah, Google Scholar, Artikel Ilmiah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Romansa Tragis Dibalik Peristiwa Tragedi G30S PKI

Kamis, 29 September 2022 | 21:15 WIB

Usai G30S PKI, Begini Nasib 3 Petinggi PKI

Jumat, 23 September 2022 | 05:00 WIB

Secuil Kisah Sobron Aidit, Adik Kandung DN Aidit

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Mengapa PKI Identik dengan Simbol Palu Arit?

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:30 WIB

5 Teori Peristiwa G30S PKI, Berikut Tokoh, dan Korban

Minggu, 28 Agustus 2022 | 21:45 WIB
X