• Rabu, 5 Oktober 2022

Sejarah Moro Islamic Liberation Front, Organisasi Separatis di Filipina Selatan

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:30 WIB
Ilustasi Gerakan Moro Islamic Liberation Front ((Pixabay.com))
Ilustasi Gerakan Moro Islamic Liberation Front ((Pixabay.com))

Nongkrong.co – Mungkin masyarakat awam tidak tahu dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF), namun bagi khalayak yang mempelajari sejarah, isu politik, dan saparatisme. Tentu tidak asing dengan pergerakan Moro Islami Liberation Front, dalam bahasa Indonesia sebagai Front Pembebeasan Islam Moro.

Banyak persoalan mengenai terbentuknya gerakan ini, menurut hemat saya, apapun bentuk organisasi saparatis, pasti terbentuk karena ketidakpuasan terhadap pemerintah negara yang sah dan berdaulat, nah salah satunya Moro Islami Liberation Front.

Masyarakat Filipina Selatan seperti di pulau Mindanao dan Sulu, adalah warlok (warga lokal) Filipina yang beragama Islam, identitas mereka diberikan dengan nama Moro berawal ketika para kolonialisme Spanyol datang ke Filipina.

Baca Juga: Tantri Kota Katanya Nyesel Nonton Film Pengabdi Setan 2: Communion, Ada Apa?

Menurut salah Jubair dalam bukunya Bangsamoro: A Nation Under Endless Tyranny (1999), "isitilah Moro atau Bangsamoro ("bangsa" disini memiliki arti yang sama dengan "bangsa" dalam bahasa Indonesia. kata "Moro" Sendiri diadopsi dari bangsa Mauri atau Mauritanian di Afrika yang kemudian juga dikenal kepada bangsa Berbers di Afrika Utara dan juga kepada kaum Muslimin yang datang dan menaklukan Spanyol."

Jadi penyematan nama Moro sendiri adalah bentuk pembalasan orang-orang spanyol, kepada umat Islam yang dahulu pernah menguasai Spanyol, yang dikenal oleh umat Islam dengan Andalusia. Para kolonial Spanyol membalasakan dendamnya kepada masyarakat asli Filipina, terlebih yang beragama Islam.

Baca Juga: Oleh-oleh khas Ikon Kota Solo yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Lebih lanjut, setelah melalui beberapa kekeuasaan pemerintahan. Mulai dari era kolonial spanyol, imperialisme Jepang, Amerika, hingga pemerintahan Filipina yang berdaulat. Masyarakat Filipina selatan selalu tersisihkan, tidak sejahtera, serta minim pembangunan. Masyarakat Filipina Selatan juga semakin terpojok, oleh masyarakat Filipina Utara, yang notabenenya Kristen. 

Mereka semakin terpojok dan menjadi Minoritas di tanah airnya sendiri. Akibat penderitaan tersebut, terbentuklah organisasi saparatis ini. Sebelum MILF, organisasi ini awalnya bernama MNLF atau Moro National Liberation Front. Namun MNLF menjadi pecah, dan MILF termasuk pecahan dari gerakan ini.

Baca Juga: Niat Puasa Sunnah Tasua, Ibadah Sunnah Pada Tanggal 9 Muharram

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Google, Google Scholar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Romansa Tragis Dibalik Peristiwa Tragedi G30S PKI

Kamis, 29 September 2022 | 21:15 WIB

Usai G30S PKI, Begini Nasib 3 Petinggi PKI

Jumat, 23 September 2022 | 05:00 WIB

Secuil Kisah Sobron Aidit, Adik Kandung DN Aidit

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Mengapa PKI Identik dengan Simbol Palu Arit?

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:30 WIB

5 Teori Peristiwa G30S PKI, Berikut Tokoh, dan Korban

Minggu, 28 Agustus 2022 | 21:45 WIB
X