• Selasa, 5 Juli 2022

Seniman-seniman Revolusi - Fatih Abdulbari

- Sabtu, 16 Januari 2021 | 02:03 WIB
Kawan-kawan revolusi, 149cm x 95cm, 1947
Kawan-kawan revolusi, 149cm x 95cm, 1947

Kabar mengenai proklamasi kemerdekaan segera menyebar dari mulut ke mulut. Di hari yang sama, 17 Agustus, seluruh Kota Jakarta sudah mengetahui mengenai berita itu. Di Utara, tepatnya di Jalan Juanda sekarang, beberapa seniman yang tergabung dalam Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaan) berembuk mengenai berita itu dan bersepakat membentuk Seniman Merdeka sejak akhir Agustus 1945.

Seniman Merdeka adalah usaha seniman untuk membantu revolusi. Seniman-seniman ini adalah sineas Usmar Ismail, komponis Cornel Simandjuntak, Suryo Sumanto, Djadoeg Djajakusuma, pelukis S. Sudjojono, Basuki Resobowo, penyanyi dan pemusik Sarifin, Rasjidi, Suhaimi serta satu-satunya wanita Malidar Malik atau Ny. Hadiyuwono (Rosihan Anwar; 1989).

Dengan menggunakan truk peninggalan Jepang di bagian sandiwara Pusat Kebudayaan, Seniman Merdeka berkeliling kota jakarta sembari memainkan alat musik, bernyanyi dan berpidato, membakar semangat rakyat untuk membantu perjuangan. Terkadang Seniman Merdeka juga mengadakan show keliling di berbagai daerah seperti Penjaringan, Kebayoran Lama, Manggarai dan Senen. Lagu-lagu perjuangan seperti Darah Ra’jat didengungkan berkali-kali:

Darah Ra’jat masih berdjalan

Menderita sakit dan miskin

Pada datangnja pembalasan

Ra’jat mendjadi hakim

Hayo, hayo bergerak sekarang

Kemerdekaan telah datang

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kerbau Langka Menuju Punah

Minggu, 3 Juli 2022 | 13:25 WIB

James Cook Penjelajah Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:22 WIB

Mengulik Mitos Titan di Sangiran

Senin, 27 Juni 2022 | 10:56 WIB
X