Bocoran untuk Pasutri Baru, yang Boleh dan Tidak untuk Hubungan Suami Istri Selama Haid

- Selasa, 17 Januari 2023 | 19:00 WIB
Bocoran untuk Pasutri Baru, yang Boleh dan Tidak untuk Hubungan Suami Istri Selama Haid (Majelis Ulama Indonesia @mui.or.id)
Bocoran untuk Pasutri Baru, yang Boleh dan Tidak untuk Hubungan Suami Istri Selama Haid (Majelis Ulama Indonesia @mui.or.id)

NONGKRONG.CO - Hubungan seksual bagi yang sudah sah menjadi suami istri memang dibolehkan. Namun, ada batasan yang harus ditaati menurut para ulama. Salah satu yang harus diperhatikan ketika berhubungan seksual suami istri adalah saat istri sedang haid.

Anggota komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Aminudin Yakub, mengatakan para ulama memiliki sejumlah pandangan mengenai hukum berhubungan seksual saat istri sedang haid.

Kiai Aminudin Yaqub menuturkan, pendapat para ulama mengenai hubungan seksual saat istri sedang haid, ada persamaan maupun perbedaan. Dikutip Nongkrong.co dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa, (17/1/2023).

Baca Juga: Akhirnya JPU Simpulkan Tak Ada Pelecehan Seksual Yang Dilakukan Oleh Brigadir J Pada Putri Candrawathi

Namun, para ulama sepakat bahwa hubungan seksual saat istri sedangan haid, dengan cara bertemunya dua alat vital suami istri hukumnya haram.

Kiai Aminudin juga membeberkan sejumlah pandangan para ulama mengenai hal ini. Menurut pendapat Ibnu Abbas RA, saat istri sedang haid diharamkan berbagai bentuk hubungan seksual dengan istri. Baik bertemunya kedua alat vital suami istri, atau pun hanya bersentuhan saja sudah haram.

Pandangan lain seperti kalangan Mazhab Maliki dan Hanafi mengatakan, hubungan suami istri diperbolehkan selama yang tidak boleh disentuh yaitu antara pusar dan lutut istri. Sementara jika hanya untuk bersenang-senang dengan istri selama pada bagian itu tidak disentuh, maka hukumnya diperbolehkan.

Baca Juga: Hasil Final Piala AFF 2022 Thailand vs Vietnam: Gajah Perang Menang 1-0 (3-2) dan Raih Trophy Piala AFF 2022

Hal itu juga didasarkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dari Maimunah, Rasulullah SAW pada saat istri-istrinya sedang haid tetap menggaulinya, tetapi hanya pada bagian ‘di atas sarung’ atau di atas pusar.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X