Muktamar Muhammadiyah Tak Menyinggung Soal Wahabi Padahal NU melarangnya, Kenapa Dianggap Tidak Cocok di Sini

- Minggu, 20 November 2022 | 14:16 WIB
Demo anti wahabi
Demo anti wahabi

NONGKRONG.CO - Muktamar Muhammadiyah yang diselenggarakan tanggal 18-20 November akan selesai hari ini, 20 November dan telah terlaksana dengan baik dan lancar.

Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 ini kembali memilih Haidar Nashir jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode masa bakti 2022-2027.

Muktamar Muhammadiyah kali ini tak menyinggung persoalan wahabi dan salafi yang masih merebak banyak dianut di Indonesia. Padahal PB NU pernah memberi rekomendasi pada pemerintah untuk melarang mazhab wahabi. 

Baca Juga: Contoh Amanat Pembina Upacara Singkat Tentang Menumbuhkan Sifat Jujur, Menyentuh dan Penuh Makna

Memang banyak pihak menilai paham Wahabi tidak cocok dengan tradisi Islam yang ada di Indonesia.

Apa benar anggapan itu, mari kita lihat sejarahnya, Wahabi merupakan ajaran yang disebarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab pada abad ke-18, bertepatan dengan awal mula berdirinya Kerajaan Saudi.

Lalu, apa saja pokok-pokok ajaran Wahabi? Wahabi atau Wahhabiyah adalah sebutan yang dianggap oleh beberapa orang sebagai "aliran reformasi keagamaan" dalam Islam. Sebutan-sebutan ini mulai muncul pada masa dakwah seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd, Arab Saudi.

Baca Juga: Marvel Fase ke-4 Akan Lebih Serius?

Pendukung aliran ini percaya bahwa gerakan mereka adalah "gerakan reformasi" Islam untuk kembali kepada "ajaran monoteisme murni", kembali kepada ajaran Islam sesungguhnya, yang hanya berdasarkan kepada Qur'an dan Hadis, bersih dari segala "ketidakmurnian" seperti praktik-praktik bid'ah, syirik dan khurafat. Sementara penentang ajaran ini menyebut Wahhabi sebagai "gerakan sektarian yang menyimpang", dan sebuah distorsi ajaran Islam.

Halaman:

Editor: Rudy Han Gagas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X