• Selasa, 6 Desember 2022

Dilarang Penggunaannya oleh FIFA, Ini Efek Gas Air Mata dan Cara Penanganannya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB
Simak dampak dari penggunaan gas air mata yang biasa digunakan untuk memecah kerusuhan, sebabkan iritasi pada mata dan pernapasan
Simak dampak dari penggunaan gas air mata yang biasa digunakan untuk memecah kerusuhan, sebabkan iritasi pada mata dan pernapasan

NONGKRONG.CO - Gas air mata. Cairan satu ini tidak asing dari telinga kita sebagai solusi terakhir yang digunakan aparat untuk mengatasi peristiwa kerusuhan.

Kerusuhan suporter Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Sabtu (01/10) pun tidak lepas dari penggunaan zat berbahaya ini. Padahal, penggunaan gas air mata dilarang oleh FIFA, sehingga Indonesia terancam dapat diblokir akibat ini.

Lantas, apa itu gas air mata, dan mengapa zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Profil Lengkap Keluarga Lesti Kejora Sebelum Menikah dan Mendapat Perlakuan KDRT dari Rizky Billar

Gas air mata adalah senjata kimia berupa gas yang dapat digunakan untuk melumpuhkan target dengan menimbulkan iritasi pada mata dan sistem pernapasan. 

Senyawa-senyawa yang biasa dipakai untuk senjata ini di antaranya 2-Clorobenzalden Malononitril (CS), Oleoresin Capsicum (OC), bromoacetone, benzyl bromide, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl cyanide

Meski tidak menimbulkan kematian, gas air mata dapat menyebabkan mata merah dan berkantung, diare, mual, muntah, serta iritasi kulit.

Baca Juga: Siapa selingkuhan Biliar penyebab KDRT? Ini Awal Kedekatan Suami Lesti Kejora dengan Devina Kirana

Bila terhirup, gas ini juga menimbulkan sensasi perih dan terbakar di hidung, sesak napas, serta batuk dan bersin.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X