• Selasa, 6 Desember 2022

Korban Tewas Kerusuhan di Kanjuruhan Diduga Akibat Gas Air Mata Padahal FIFA Telah Melarangnya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Kerusuhan di Kanjuruhan sebabkan ratusan korban jiwa (twitter.com)
Kerusuhan di Kanjuruhan sebabkan ratusan korban jiwa (twitter.com)

NONGKRONG.CO - Laga lanjutan pekan ke-11 BRI Liga 1 antara Arema vs Persebaya berakhir dengan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 seusai laga.

Korban tewas dalam kericuhan yang terjadi di Kanjuruhan diduga akibat terkena gas air mata.

Penggunaan gas air mata terkait keamanan di lapangan sebenarnya telah dilarang oleh FIFA sendiri yang telah tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Baca Juga: Jadwal Acara TV Indosiar Senin 3 Oktober 2022 Ada Suara Hati Istri dan Sinetron Panggilan

Akan tetapi, dalam laga Arema vs Persebaya yang berakhir ricuh, Polisi menggunakan gas air mata untuk meredam aksi anarkis suporter yang rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Larangan penggunaan gas air mata ini tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, pasal 19 b yang berbunyi 'No firearms or "crowd control gas" shall be carried or used'.

Aturan ini menjelaskan bahwa senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan massa dalam sebuah lapangan dilarang untuk dibawa serta dilarang untuk digunakan.

Baca Juga: Bukti Indira Ayu Maharani Pernah Diajak Mati Bareng oleh Sang Mantan Kekasih, Chandra Liow

Penggunaan gas air mata oleh Polisi dalam kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan tadi malam bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya dengan skor 2-3.

Polisi kemudian merespon dengan menembakkan gas air mata karena banyaknya suporter yang menyerbu ke dalam lapangan dan disebut sudah anarkis.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X