• Rabu, 5 Oktober 2022

Meskipun Sawit Seksi, Jokowi Targetkan Tanam 1 Juta Kelapa Genjah di Lahan Tidak Produktif, Mengapa Kelapa ?

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:30 WIB
Jokowi tanam Kelapa Genjah (Setkab RI/ FB)
Jokowi tanam Kelapa Genjah (Setkab RI/ FB)

NONGKRONG.CO - Target menanam 1 juta bibit Kelapa Genjah di lahan yang tidak produktif oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimulai di Jawa Tengah, Kamis (11/8). Presiden memerintahkan Kementerian Pertanian (Kementan) Sahrul Yasin Limpo untuk menanam Kelapa Genjah di sejumlah daerah pada lahan tidak produktif lainnya juga.

Meskipun, hasilnya akan terlihat minimal dua tahun mendatang, ini dilakukan untuk kesiapan antisipasi krisis pangan. "Ini yang baru dikerjakan Kementerian Pertanian dan lahan-lahan yang tidak produktif ditanami seperti yang sekarang kami lakukan, kelapa genjah yang nanti hasilnya dua tahun, 2,5 tahun," ungkap Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/8).

Kelapa Genjah sudah ditanam di sejumlah daerah, seperti Solo Raya, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo. 46 ribu kelapa genjah di Boyolali, 44 ribu di Karanganyar, dan 110 ribu di Sukoharjo. Kelapa Genjah bisa memproduksi 140 sampai 180 buah kelapa dalam waktu satu tahun. Buah Kelapa Genjah bisa diolah menjadi gula semut dan minyak kelapa. Sehingga pemerintah juga berencana untuk menyiapkan industrialisasinya.

Baca Juga: Indofood Bantah Harga Mie Naik 3x Lipat! Impor Beralih dari Amerika dan Australia, Adakah Pengganti Gandum?

 

Mengapa Bukan Sawit Tetapi memilih Kelapa Genjah?

Ketika minyak goreng pada waktu yang lalu langka, kemudian disusul harganya melambung beberapa gerai mulai memajang minyak kelapa dalam kemasan. Meskipun harga lebih mahal tetapi masalah kesehatan menggunakan minyak kelapa menjadi pertimbangan.

Bibit Kelapa (Bibit Kelapa/ FB)

Nenek moyang kita dengan Negeri ‘Rayuan Pulau Kelapa’ sedari dulu menggunakan minyak dari kelapa dan memahami benar berbagai kegunaan pohon kelapa. Masih ingat mengapa Pramuka Indonesia memilih lambang Tunas Kelapa? Pohon Kelapa bisa tahan banting hidup dimana - mana dari pesisir pantai, gunung atau lahan - lahan tidak produktif lainnya.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X