• Rabu, 17 Agustus 2022

Subsidi BBM Rp 502 Triliun, Cara Jokowi Menjaga Inflasi Ketahanan Energi Dan Pangan, Bertahan Sampai Kapan?

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:00 WIB
Jokowi Subsidi BBM 502 Triliun (IndonesiaNasional/FB)
Jokowi Subsidi BBM 502 Triliun (IndonesiaNasional/FB)

NONGKRONG.CO Jokowi memberikan sambutan pada acara Pembukaan Silahturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) tahun 2022 di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jumat (5/8/2022). Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan anggaran subsidi Rp 502 Triliun untuk meredam kenaikan harga BBM sekaligus pangan.

“Bensin naik sampai dua kali lipat, di Eropa juga sama. Coba di Negara kita bayangkan kalau Pertalite naik dari Rp. 7.650 yang harga sekarang ini, kemudian naik menjadi harga yang benar menjadi Rp. 17.100. Demonya bisa berapa bulan? Naik 10 % saja, Saya ingat dulu demonya 3 bulan. Jika naik 100% lebih demonya akan berapa bulan?”

“ Inilah sekarang yang dikendalikan oleh Pemerintah dengan subsidi, karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis akan melompat bersama-sama. Oleh sebab itu, Pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang tidak kecil yaitu sebesar 502 Triliun Rupiah dan tidak ada Negara manapun yang berani memberikan subsidi sebesar pemerintah di Indonesia.” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Beli Pertalite dan Solar Subsidi Wajib Gunakan Aplikasi MyPertamina? Cek Kebenarannya di Sini

Harga Pertalite masih ditahan di Rp 7.650 karena disubsidi pemerintah. Selain subsidi energi, pemerintah juga tetap memberikan subsidi pangan untuk menahan kenaikan harga pangan di domestik karena tekanan di rantai pasok pasar global.

Negara lain harga sudah naik 30%, 40%, 50% naik. Karena jenis pangan mereka adalah gandum. Meskipun demikian di Asia, Afrika, Eropa, sekarang berada di posisi yang sangat sulit, sudah mahal, barangnya tak ada," jelas Jokowi menambahkan pada kesempatan lain acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka seperti dikutip YouTube Setpres, Selasa, (2/8/2022).

Jokowi memastikan subsidi agar harga energi dan pangan tetap terjangkau di pasar dalam negeri walau ada gejolak pada produksi dan distribusi. Kondisi pemulihan pandemi Covid-19 kemudian muncul sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya, yaitu perang di Ukraina, sehingga kondisi ekonomi sekarang sangat berat.

Baca Juga: Begini Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina: Bisa Beli Pertalite dan Solar Bersubsidi

Posisi pertumbuhan ekonomi di semua negara bukan hanya turun tapi anjlok seperti Singapura, Eropa, Autralia hingga Amerika. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga barang semua naik.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Doa Agustusan, Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:15 WIB

Profil Prabowo Yang Wajib Kamu Tahu!

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:00 WIB
X