• Selasa, 5 Juli 2022

Jelang Lebaran, Puluhan eks Penganut Syiah Tajul Muluk Dijemput Forkopimda Sampang

- Sabtu, 30 April 2022 | 10:46 WIB
Mantan pengikut aliran Syiah Smpang berjalan menuju bus jemputan (Antaranews.com)
Mantan pengikut aliran Syiah Smpang berjalan menuju bus jemputan (Antaranews.com)

 

 

Nongkrong.co - Dilansir dari Antaranews.com, jumat kemarin (29/04/2022), sebanyak 52 pengungsi mantan pengikut Syiah Tajul Muluk Sampang dijemput oleh Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang dari tempat pengungsiannya, Rusunawa Jemundo, Sidoarjo. 

Bupati Slamet Junaidi memimpin penjemputan, didampingi Wakil Bupati Abdullah Hidayat, Kapolres Sampang AKBP Arman, S.I.K, Dandim 0828/Sampang Letkol CZI Suprobo Harjo Subroto, Ketua DPRD Sampang Fadol, Kepala Kemenag Sampang Moh. Ersyad, Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Djoenaidi serta Tim 5 Desa Bluuruan dan Desa Karang Gayam.

Setelah hampir 10 tahun, pengungsi ini dapat segera bertemu kembali dengan kerabat dan saudarannya di Desa Karang Gayam, Desa Omben, Desa Blu'uran dan Desa Karang Penang di Sampang.

Kekerasan "berdarah" yang menimpa para pengungsi ini dimulai sejak tahun 2006, muncul kembali pada 2011 dan memuncak pada 2012 di dua desa yaitu Karang Gayam dan Blu'uran, Kabupaten Sampang, Madura. Bahkan, meski di pengungsian, jenazah pengungsi juga "diharamkan" pula untuk kembali ke kampung halaman.

Pemimpin kelompok pengungsi, Tajul Muluk, pernah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama pada 12 Juli 2012 oleh Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Tajul Muluk divonis dengan hukuman 2 tahun penjara atas dakwaan tersebut.

Dalam persidangan, vonis ini diperkuat dengan fatwa sesat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sampang. Atas putusan ini, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebutnya sebagai peradilan sesat.*

 

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X