Kenapa Bahasa Jawa Tidak Dijadikan Bahasa Nasional? Simak Penjelasannya Berikut Ini

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:30 WIB
Peta Indonesia. (istimewa)
Peta Indonesia. (istimewa)

 

NONGKRONG.CO - Dalam Sumpah Pemuda disebutkan bahwa ”Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Maka, hingga saat ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika ditarik lebih jauh, akar dari bahasa Indonesia merupakan bahasa Melayu Kuno. Pada awalnya, bahasa Melayu Kuno muncul dalam salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yaitu Prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 683 Masehi.

Diperkirakan, sejak saat itu bahasa Melayu mulai menyebar di wilayah Sumatra dan digunakan dalam kegiatan perekonomian. Bahasa Melayu pun berkembang menjadi basantara atau bahasa perhubungan. Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa perdagangan di sebagian besar wilayah Nusantara selama berabad-abad.

 Baca Juga: Contoh Pidato Singkat Upacara Memperingati Bulan Bahasa Dengan Tema Bangkit Bersama; Singkat dan Menarik

Dikarenakan bahasa Melayu memiliki sistem yang sederhana dan mudah dipahami, maka sebagian besar orang lebih gampang dalam mempelajari dan menggunakannya di kehidupan sehari-hari.

Persebaran bahasa Melayu semakin ‘diperkukuh’ oleh seorang pujangga bernama Raja Ali Haji yang berasal dari Kerajaan Johor-Riau-Lingga. Beliau mulai menyusun dasar-dasar tata bahasa Melayu dalam buku Pedoman Bahasa pada sekitar abad ke-19 Masehi.

Kemudian, pada bulan Juni tahun 1938, bangsa Indonesia menggelar Kongres Bahasa Indonesia di Solo untuk merumuskan bahasa Indonesia yang membahas tata bahasa, penggunaan, dan penyesuaian dengan karakter Indonesia.

Baca Juga: Novel Gadis Kretek Ratih Kumala dan Eksistensi Perempuan dalam Rokok

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X