• Selasa, 5 Juli 2022

Adab Menerima Rejeki Berdasarkan Ketentuan Hakikat dan Syariat

- Rabu, 22 Juni 2022 | 13:10 WIB
Adab Menerima Rejeki (truthseeker08 (Pixabay))
Adab Menerima Rejeki (truthseeker08 (Pixabay))


Nongkrong.co - Setiap hari, sinar matahari yang terlihat di daerah-daerah sekitar garis khayal khatulistiwa terbit dari ufuk timur, lalu kian bersinar terik, redup, hingga tenggelam di ufuk barat. Mereka yang mencerap peristiwa ini dapat memutuskan untuk menganggap peristiwa ini sekedar peristiwa biasa saja, atau menariknya menuju tahap kesadaran yang lebih tinggi: matahari bersinar (sesuai ketentuan-Nya) tanpa kita memintanya berlaku demikian, sekaligus menghadiahkan sinarnya bagi siapapun tanpa syarat apapun dari matahari.

Andai matahari bersinar hanya saat manusia menginginkannya, alangkah repotnya hidup kita. Sifat manusia yang tak jarang lupa akan sesuatu pastilah tambah merepotkan. Kaidah lupa bahkan merupakan bukti tersendiri bahwa manusia tidak mampu mengendalikan (dunia di dalam) dirinya sendiri seutuhnya --apalagi (dunia) di luar dirinya.

Jantung, paru-paru, dan semua kerja-kerja sel yang ada dalam diri manusia juga berlaku sesuai ketentuan-Nya tanpa sedikitpun manusia perlu bersusah payah turut mengatur ketentuan-ketentuan tersebut. Manusia memang mampu memanipulasi ketentuan, sistem dan cara kerja sel dan matahari tersebut, tetapi ia mesti berhitung kembali untuk percaya diri mendaku sebagai agen yang menciptakan sistem dan cara kerja tersebut tanpa permisalan sebelumnya.

Pada tahap pembicaraan ini, apa susahnya manusia mengambil sikap bahwa fitrah manusia adalah menerima (ketentuan-ketentuan di atas), bukan memberi atau mencipta. Ketentuan-ketentuan ini juga termasuk dalam hal yang sering kita sebut sebagai rejeki. Sebagaimana pembicaraan yang sudah umum, istilah rejeki dalam tulisan ini merujuk baik kepada sesuatu yang konkret (material) maupun sesuatu yang abstrak (non material).

Masalahnya, bagaimana ketentuan pemberian rejeki ini? Apakah manusia dapat memanipulasi ketentuan-ketentuan pemberian tersebut agar dapat menerima rejeki (yang diinginkan) lebih banyak dari yang telah diterima?

Untuk memudahkan pembahasan terhadap permasalahan di atas, saya mengajukan dua lapis pembahasan. Lapis pertama terkait dengan hakikat (pemberian dan penerimaan) rejeki. Dan lapis kedua terkait perintah syariat terhadap penerimaan rejeki dan adab-adab yang semestinya dikembangkan terhadap penerimaan tersebut.

Lapis Pertama; hakikat rejeki.

Sebagaimana sinar matahari, rejeki diberikan kepada seluruh ciptaan (makhluk) tanpa ada syarat apapun dari-Nya. Termasuk rejeki dalam bentuk hidayah, Allah Swt memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki, sehingga seseorang keluar dari kekufuran menuju jalan lurus kepada-Nya (QS. Ibrahim: 4, QS. Yunus: 25).

Tidak mengherankan, apabila Syaikh Ahmad Ibn 'Athoillah as-Sakadari meramu penjelasan tentang tiadanya syarat keseimbangan amal atas pemberian (rejeki) ma'rifat yang diperoleh hamba dari Tuhannya.

Baca Juga: Resep Rejeki Seperti Hujan Menurut Kitab Fasholatan

Penjelasan tersebut termaktub dalam hikmah ke-13, kitab al-Hikam: "Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk ma'rifah (mengenal-Nya), jangan hiraukan soal amalmu yang masih sedikit. Sebab, Tuhan tidak membukakannya, melainkan Ia akan memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah kau ketahui bahwa ma'rifat itu semata-mata pemberian karunia Allah kepadamu. Sedangkan amal perbuatanmu adalah hadiah darimu untuk-Nya. Maka dimanakah letak persamaan antara hadiahmu dengan pemberian karunia Allah kepadamu?"

Halaman:

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Terkini

Simak Cara Alami Mengatasi Panas Dalam

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:15 WIB

Suka Makanan Pedas? Waspada 5 Bahaya Mengintai

Senin, 4 Juli 2022 | 18:30 WIB

Lakukan Hal Ini, Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

Senin, 4 Juli 2022 | 18:15 WIB

Kenali Lebih Banyak Mental Illness

Senin, 4 Juli 2022 | 15:15 WIB

Kenapa Banyak Artis Jual Diri

Senin, 4 Juli 2022 | 14:29 WIB

5 Tips Ampuh Alami Mengusir Nyamuk

Senin, 4 Juli 2022 | 13:15 WIB

25 Tahun dan Hal-hal Krisis Yang mengikutinya

Senin, 4 Juli 2022 | 13:00 WIB
X