• Selasa, 5 Juli 2022

Kajian Surat At-Tahrim ayat 8: Bertobat Sebelum Hati Berkarat

- Rabu, 22 Juni 2022 | 08:15 WIB
Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd. (Panji Pratama)
Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd. (Panji Pratama)

Nongkrong.co

Penulis buku Manajemen Berbasis Pendidikan Nilai, Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd., sering kali menyampaikan kajiannya dari Masjid Al-Falaq, Gegerkalong, Bandung. Kali ini beliau menyampaikan kuliah subuh tentang “Bertobat sebelum Hati Berkarat dan Terkunci”. Topik ini berdasarkan kajian QS. At-Tahrim ayat 8 yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu’. (QS At-Tahrim: 8).”

Pada bagian awal, Prof. Sofyan mencoba menguraikan asal muasal ayat ini berdasarkan interpretasi para mufasir. Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa tobat yang sebenarnya dapat merapikan diri pelakunya, menyegarkannya kembali, serta menjadi benteng bagi dirinya dari mengerjakan kembali perbuatan-perbuatan yang rendah.

Baca Juga: Tiga Kekeliruan Dalam Pemilahan Pekerjaan Dunia dan Pekerjaan Akhirat

Hal tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Imam Qhurtuby, sebagaimana dinukil oleh Burhanudin Al-Biqa’y, yang menjelaskan bahwa ada empat hal yang terkandung dalam tobat, yaitu: (1) istigfar dengan lisan, (2) melepaskan yang bukan haknya, (3) menyesali dan berniat untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan (4) meninggalkan atau menghindari tempat pergaulan maksiat.

Dari pendapat para ulama tersebut, dapat disimpulkan bahwa tobat yang murni ialah bila seseorang menghentikan dirinya dari perbuatan dosa di saat itu juga, kemudian ia menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lalu, dan bertekad di masa mendatang ia tidak akan mengerjakan hal itu lagi.

Maka, dalam QS At-Tahrim ayat 8 ini, Allah mewajibkan kepada orang yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya agar kembali bertobat kepada Allah dari dosa-dosa yang dikerjakannya. Dengan melaksanakan tobat yang murni dan ikhlas, maka Allah akan menghapus kesalahan dan dosa seorang hamba. Tobat murni yang dimaksud adalah Taubatan Nasuha.

“Jadi, mengenai ihwal taubatan nasuha ini: Muadz ibn Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Miskawaih dari Ibn Abbas, yaitu seorang hamba yang menyesali dosanya dan berjanji kepada Allah untuk tidak mengulanginya lagi.” Ulas Prof. Sofyan.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Ngopi Dan Batasan Yang Perlu Diketahui

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:15 WIB

Simak Cara Alami Mengatasi Panas Dalam

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:15 WIB

Suka Makanan Pedas? Waspada 5 Bahaya Mengintai

Senin, 4 Juli 2022 | 18:30 WIB

Lakukan Hal Ini, Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

Senin, 4 Juli 2022 | 18:15 WIB

Kenali Lebih Banyak Mental Illness

Senin, 4 Juli 2022 | 15:15 WIB

Kenapa Banyak Artis Jual Diri

Senin, 4 Juli 2022 | 14:29 WIB

5 Tips Ampuh Alami Mengusir Nyamuk

Senin, 4 Juli 2022 | 13:15 WIB
X