• Selasa, 5 Juli 2022

(Saya) Mendukung Cak Imin

- Kamis, 16 Juni 2022 | 08:33 WIB
Cak Imin atau Gus Muhaimin, Ketua Umum PKB (Antaranews.com)
Cak Imin atau Gus Muhaimin, Ketua Umum PKB (Antaranews.com)

Nongkrong.co - Penulis-penulis handal yang langganan menulis di media massa terkenal biasanya membuka percakapan dengan mengutip perkataan orang-orang terkenal untuk menggiring opini pembaca ke arah yang diinginkan oleh penulis. Bagi pembaca yang handal, kutipan di awal, dan tentu saja kalimat judul, sudah merupakan hidangan pembuka (appetizer) yang nikmat sebelum benar-benar tertarik untuk melanjutkannya pada tahap hidangan utama.

Meski bukan penulis handal, dan media ini bukan media terkenal, saya akan mencoba menggunakan trik yang sama dengan penulis handal tersebut. Tetapi, alih-alih mengutip perkataan orang-orang terkenal, saya akan cukup percaya diri untuk mengutip perkataan saya sendiri, sebagaimana di bawah ini.

"Partai politik bukan perusahaan bisnis keluarga."

Kutipan di atas, sekurang-kurangnya, dapat pembaca gunakan untuk menyoal 2 (dua) hal. Yang pertama, soal pembedaan pengertian lembaga publik dan lembaga privat. Kegagalan dalam membedakan fungsi kedua lembaga tersebut akan berujung kepada apa yang sering disebut sebagai konflik kepentingan. Konflik ini khas terjadi pada pejabat lembaga publik yang keliru menggunakan lembaga publik untuk kepentingan privatnya sendiri. Secara bahasa, publik berarti orang banyak, umum. Sedangkan, privat secara bahasa berarti pribadi, partikelir, swasta.

Gejala paling khas dari konflik kepentingan ini adalah, menurut saya, apa yang sering kita sebut sebagai korupsi. Dalam pengertian ini, lingkup korupsi dapat berwujud benda konkret maupun benda tak konkret. Dalam praktiknya, korupsi selalu didahului dengan (di)rusaknya tata kelola organisasi, yang akan mengakibatkan adanya keuntungan pribadi yang akan diperoleh oleh pejabat lembaga publik. Contoh konkretnya, seorang pejabat akan berusaha merusak tata kelola pengadaan barang/proyek pada suatu lembaga publik. Perusakan ini sengaja diatur agar dapat menguntungkan diri pejabat tersebut secara pribadi. Tentu saja, ilustrasi tentang korupsi ini hanyalah sekedarnya saja.

Yang kedua, kutipan di atas seakan mengafirmasi gejala meluruhnya keterlibatan orang banyak (demos) ke dalam proses-proses pengambilan keputusan (politik). Dalam kasus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), (hak) konstituen partai luruh, dan yang tampak adalah (hak) figur tertentu yang itu-itu saja.

Jadi, soal yang kedua berdasarkan kutipan di atas adalah soal menguatnya politik berbasis figur. Pada tingkat akut, jenis politik ini menyandarkan seluruh penyelesaian masalah-masalah kehidupan berdemokrasi hanya pada sosok figur tertentu.

Mereka yang menganut paham politik ini, alih-alih berusaha menggali akar masalah dalam tata kelola organisasi penyelenggaraan pemerintahan, memperbaikinya secara demokratis lalu menjaga tata kelola itu berfungsi dengan baik, mereka malah mengkultuskan sosok figur tertentu yang akan menjadi agen juru selamat (messiah). Figur ini, dengan demikian, pasti digambarkan mengerti detail seluruh persoalan. Lalu, tanpa proses pelibatan orang banyak (demos), figur tersebut mampu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Pada era paska kerasulan dan kenabian seperti sekarang ini, dasar-dasar logika penganut paham politik ini jelas aneh dan sulit diterima akal sehat.

Baca Juga: Tiga Kekeliruan Dalam Pemilahan Pekerjaan Dunia dan Pekerjaan Akhirat

Nah, pada titik inilah, saya melihat PKB belum terperosok ke dalam pengkultusan figur tertentu yang layak diorbitkan menjadi agen messiah. Kalaulah ada Cak Imin yang gambarnya sedang dipasang di seantero jalan-jalan di Indonesia, justru hal ini menjadi bukti bahwa PKB sadar: tidak ada hubungan erat antara figur Cak Imin terhadap PKB. Dalam kata lainnya: orang-orang memilih PKB bukan terutama sebab figur Cak Imin. Bukti lainnya adalah semua lembaga survey sepakat mengenai elektabilitas Cak Imin dalam kontestasi pemilihan Capres yang rendah.

Halaman:

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Terkini

Budaya Ngopi Dan Batasan Yang Perlu Diketahui

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:15 WIB

Simak Cara Alami Mengatasi Panas Dalam

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:15 WIB

Suka Makanan Pedas? Waspada 5 Bahaya Mengintai

Senin, 4 Juli 2022 | 18:30 WIB

Lakukan Hal Ini, Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

Senin, 4 Juli 2022 | 18:15 WIB

Kenali Lebih Banyak Mental Illness

Senin, 4 Juli 2022 | 15:15 WIB

Kenapa Banyak Artis Jual Diri

Senin, 4 Juli 2022 | 14:29 WIB

5 Tips Ampuh Alami Mengusir Nyamuk

Senin, 4 Juli 2022 | 13:15 WIB
X