• Selasa, 5 Juli 2022

Petani, Pasar, Industrialisasi Pertanian dan Isu-Isu Gawat Yang Menyertainya

- Jumat, 10 Juni 2022 | 14:04 WIB
Petani memanggul bibit padi ( Sasin Tipchai dari Pixabay )
Petani memanggul bibit padi ( Sasin Tipchai dari Pixabay )

Nongkrong.co - Sesuatu itu selalu sebagaimana adanya, tetapi cara kita memahami sesuatu itu akan terus menerus berkembang. Fisikawan Austria terkenal, Erwin Schrodinger (1887-1961), suatu ketika mengatakan bahwa tugas kita bukan untuk melihat apa yang tidak pernah terlihat sebelumnya, melainkan untuk berfikir apa yang belum sempat terfikirkan mengenai apa yang kita lihat sehari-hari.

Apa yang kita lihat sehari-hari ini termasuk petani dan segala seluk beluk hal-hal yang menyertainya. Petani tidaklah seeksotis gambaran lukisan persawahan anak SD, atau apa yang orang-orang kota bayangkan tentang kebersahajaan dan kesederhanaan hidup di desa. Sehingga, perlu sedikit pengantar bagi siapapun yang berusaha melihat petani dalam cara-cara yang baru yang belum sempat terfikirkan sebelumnya. Tulisan ini berusaha setidaknya menjadi pengantar untuk melihat petani dan seluk beluk hal-hal yang menyertainya tersebut. Seluk beluk yang menyertai petani dalam tulisan ini dibatasi pada apa yang disebut sebagai pasar dan (proses) industrialisasi pertanian.


Petani dan Pasar

Siapakah yang menentukan harga-harga di pasar? Pada sebagian kasus, harga terbentuk sebab beroperasinya (keseimbangan) permintaan dan penawaran di pasar. Pada titik keseimbangan ini, harga yang adil (untuk penjual dan pembeli) dapat terbentuk. Tentu saja, peristiwa ini mengandaikan adanya faktor persaingan sempurna dalam pasar. Faktor persaingan ini dapat terjadi akibat banyaknya pembeli dan penjual dan banyaknya produk yang serupa.

Pada kasus lainnya, harga terbentuk bukan sebab keseimbangan permintaan dan penawaran. Kendati demikian, beberapa orang bahkan berpandangan bahwa mekanisme (keadilan) harga dalam pasar persaingan sempurna pun tak akan pernah terwujud. Ini berarti, harga-harga yang terbentuk tidak pernah benar-benar berkeadilan, baik dari sisi konsumen maupun dari sisi penjual.

Lalu, mekanisme apa yang membentuk harga produk-produk pertanian? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat membantu petani dan orang-orang yang memandang profesi dalam cara-cara yang tidak sebagaimana biasanya. Khusus petani, tidak bisa tidak, mereka wajib mengenali dan memahami cara beroperasinya pasar dalam menetapkan harga-harga. Pengetahuan tentang pasar ini akan menentukan sejauh mana petani dapat secara tepat menempatkan dirinya dalam (logika) pasar.

Memangnya, dalam pasar, saat ini, petani yang tinggal di masyarakat pedesaan Indonesia berada di mana? Apakah petani berada dalam posisi sebagai penjual dalam pasar?

Bila dicermati, secara teoritis, tidak semua petani dapat dikatakan secara meyakinkan sebagai penjual dalam pasar. Dalam banyak kasus, petani hanya sebagai produsen (yang memproduksi hasil-hasil pertanian), dan tunduk terhadap pihak yang berposisi sebagai penjual dalam pasar produk pertanian.

Pihak penjual ini dapat berupa agen pengepul produk pertanian, misalnya. Agen pengepul ini jangan cuma dibayangkan sebesar provinsi di Indonesia, bisa jadi agen ini sebesar gabungan dari beberapa negara di dunia. Ia dapat berwujud korporasi lintas negara. Jadi, sampai di sini, yang bisa kita simpulkan adalah: penjual dan petani bisa jadi bukan merupakan pihak yang sama.

Halaman:

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Terkini

Budaya Ngopi Dan Batasan Yang Perlu Diketahui

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:15 WIB

Simak Cara Alami Mengatasi Panas Dalam

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:15 WIB

Suka Makanan Pedas? Waspada 5 Bahaya Mengintai

Senin, 4 Juli 2022 | 18:30 WIB

Lakukan Hal Ini, Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

Senin, 4 Juli 2022 | 18:15 WIB

Kenali Lebih Banyak Mental Illness

Senin, 4 Juli 2022 | 15:15 WIB

Kenapa Banyak Artis Jual Diri

Senin, 4 Juli 2022 | 14:29 WIB

5 Tips Ampuh Alami Mengusir Nyamuk

Senin, 4 Juli 2022 | 13:15 WIB
X