• Kamis, 7 Juli 2022

TAMBA TEKA LARA LUNGA ‘OBAT DATANG, SAKIT (PUN) PERGI’

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:07 WIB
Panel 2 Relief Karmawibhangga Candi Borobudur (Pengobatan terhadap Anak yang Sakit oleh Laki-laki dan Perempuan) (Ari Wulandari)
Panel 2 Relief Karmawibhangga Candi Borobudur (Pengobatan terhadap Anak yang Sakit oleh Laki-laki dan Perempuan) (Ari Wulandari)

Nongkrong.co

Tamba teka lara lunga ‘obat datang, sakit pun pergi’ merupakan salah satu pitutur luhur budaya Jawa yang cukup populer. Nasihat itu mencerminkan pemikiran dan pandangan orang Jawa bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Setiap orang sakit pasti dapat disembuhkan.

Dimensi pemikiran orang Jawa ini tidak hanya memuat masalah sakit dan obatnya, tetapi kalau kita cermati ternyata mengandung banyak pandangan berkaitan dengan penyakit dan pengobatannya di lingkungan orang Jawa. Bahasan tersebut sekurangnya terdiri dari lima hal penting, yaitu (1) sakit - penyakit, (2) obat - pengobatan, (3) ahli pengobatan tradisional, (4) sikap orang Jawa terhadap sakit dan penyakit, hingga (5) adaptasi orang Jawa terhadap kemajuan pengobatan modern.

Pertama, sakit - penyakit.

Sakit adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari. Seseorang dapat mengalami sakit karena di dalam tubuhnya ada penyakit. Penyakit merupakan sesuatu yang mengganggu atau gangguan di dalam tubuh manusia, yang menyebabkan ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan tersebut mengganggu harmonisasi kinerja tubuh secara keseluruhan, sehingga penderitanya terkena sakit.

Berdasarkan penyebab sakit, orang Jawa mengelompokkan penyakit menjadi dua, yaitu  lelara lumrah ‘penyakit wajar’ dan lelara ora lumrah ‘penyakit  tidak wajar’. Penyakit wajar adalah penyakit fisik yang secara umum mudah diidentifikasi, seperti batuk, panas, bisul, cacar, dll. Adapun penyakit tidak wajar ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh “perbuatan agen” ---manusia dengan perantara jin, setan, makhluk halus (black magic), seperti disanthet, diteluh, diguna-guna, kesurupan, dll.

Adanya jenis penyakit tidak wajar itulah yang menyebabkan pengobatan tradisional di Jawa tetap tumbuh dengan subur. Bahkan di era teknologi seperti sekarang ini, meskipun rumah sakit dengan piranti dan perobatan medis modern sudah bertebaran di mana-mana; pengobatan tradisional Jawa tetap eksis.

Hal ini terjadi, karena ada jenis-jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis modern. Kalau ada kasus orang kesurupan (penyakit tidak wajar), maka keluarga si penderita tidak akan membawanya ke Puskemas, rumah sakit, atau dokter. Mereka akan segera memanggil dukun, paranormal, kyai, atau ustadz ---yang dianggap mumpuni untuk mengatasi kesurupan. Demikian juga untuk kasus-kasus penyakit tidak wajar lainnya, seperti disantet, diguna-guna atau lainnya.

Kedua, obat - pengobatan. 

Obat dan pengobatan merupakan hal yang berkaitan untuk menyembuhkan sakit dan penyakit. Pengobatan tradisional Jawa ada tiga jenis, yaitu (1) tamba ‘pengobatan’ bisa berupa obat, ramuan, cara pengobatan (2) jamu ‘jamu’ adalah obat yang dimakan atau diminum, dan (3) ritual ‘berkaitan dengan ritus (tata cara dalam upacara adat/keagamaan)’.

Halaman:

Editor: Ari Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Manfat Bawang Merah yang Jarang Diketahui

Rabu, 6 Juli 2022 | 21:15 WIB

Seputar Takbir di Bulan Dzulhijjah

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:45 WIB

5 Tips Alami Menurunkan Demam

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:45 WIB

5 Tips Alami Ampuh Melawan Ketombe Membandel

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:15 WIB

Kota Malang Beruntung Memiliki Sabtu Membaca

Selasa, 5 Juli 2022 | 19:15 WIB

Temukan Karakter Seseorang Lewat Kesukaan Warna

Selasa, 5 Juli 2022 | 19:00 WIB

Mujarab! Inilah 5 Obat Sakit Gigi Secara Alami

Selasa, 5 Juli 2022 | 18:45 WIB
X