• Jumat, 20 Mei 2022

Dalam Bahasa, Kita Berlindung dari Persoalan

- Senin, 25 April 2022 | 20:08 WIB
Ilustrasi Berbahasa (suju-foto dari Pixabay )
Ilustrasi Berbahasa (suju-foto dari Pixabay )

 

Nongkrong.co - Beberapa persoalan di kehidupan ini sebenarnya tercermin dari tata bahasa manusianya sendiri. Oleh karena itu, bisa dibilang: orang yang berbahasa secara ruwet, hidupnya juga ruwet.

Keruwetan ini setidaknya ditimbulkan oleh ketidakjelasan manusia dalam membangun pemahaman atas dunia yang ditinggalinya. Sehingga, makin jelas seseorang berbahasa, semakin jelas ia memahami dunianya. Dan sebaliknya.

Kendati demikian, keruwetan juga bisa terjadi akibat kegagalan manusia untuk setia terhadap makna awal bahasa. Ketidaksetiaan inilah yang turut membuat kita mempersoalkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Dalam keadaan ini, praktik berbahasa tidak serta merta mengilhami tata cara kita dalam menjalani kehidupan ini.

Yang disayangkan, keadaan tersebut juga terjadi di di dunia pendidikan. Ini berarti, persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan sebenarnya bisa dilacak dari penggunaan bahasa-bahasa yang berlaku di dalamnya: adakah kita sudah bersetia terhadap makna awalnya atau tidak.

 

Pada artikel Relasi Subyek-Obyek dalam Kegiatan Belajar-Mengajar, saya sudah memulai pelacakan tersebut dengan mengulas pengunaan bahasa "kegiatan belajar mengajar". Poin saya pada artikel tersebut adalah mengajak pembaca mendudukkan pemahaman bahwa baik yang belajar maupun yang mengajar adalah sama-sama subyek yang aktif.

Sampai pada titik ini, kita patut bersyukur bahasa Indonesia telah secara fasih menjelaskan pemahaman yang semestinya diberlakukan dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan pemahaman begini, seharusnya kita tak perlu berebut label kurikulum: apakah kurikulum ini sudah membuat siswa lebih aktif atau tidak, apakah kurikulum itu berpusat pada siswa atau guru, dan perdebatan lainnya.

Bagi saya, hanya dengan memahami bahasa "kegiatan belajar mengajar" secara baik, seseorang dapat melepaskan diri pada perdebatan label kurikulum tiap ada pergantian kurikulum. Tentu, ini hanya sekedar saran bagi teman-teman guru yang mungkin akan diresahkan kalau-kalau di masa mendatang ada pergantian menteri yang biasanya juga diikuti dengan pergantian (label) kurikulum.

Jadi, harap dicatat: tadi itu bukan saran untuk Menteri.

Halaman:

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Melarikan Diri TKW Arab Saudi

Kamis, 19 Mei 2022 | 13:53 WIB

Gejala-gejala Sakit Bipolar

Senin, 16 Mei 2022 | 11:23 WIB

Pengidap Bipolar Pun Bisa Jadi Dosen

Senin, 16 Mei 2022 | 10:51 WIB

Kisah Siswi Cerdas Lulus SMA Terpaksa Jadi TKW

Sabtu, 14 Mei 2022 | 13:03 WIB

Turun Ranjang

Selasa, 3 Mei 2022 | 15:00 WIB

Kisah PSK Saat Mudik Lebaran

Senin, 2 Mei 2022 | 15:00 WIB

Makna Kerja Dalam Budaya Jawa

Minggu, 1 Mei 2022 | 10:57 WIB

Menurut MUI, Begini Kriteria Penodaan Agama

Minggu, 1 Mei 2022 | 07:45 WIB

Pantun Cocok Buat Ucapan Lebaran

Sabtu, 30 April 2022 | 17:11 WIB

Catat, Ini Adab Salat Idul Fitri Beserta Haditsnya

Jumat, 29 April 2022 | 07:21 WIB

Dalam Bahasa, Kita Berlindung dari Persoalan

Senin, 25 April 2022 | 20:08 WIB

Mencicipi Preambule UUD 1945: Suatu Teknik Belajar

Minggu, 24 April 2022 | 10:34 WIB
X