• Jumat, 30 September 2022

Mengulik Gaya Hedon Polisi dari Johan Budi Sampai Kritik Tajam Najwa Shihab, Bagaimana Listyo Sigit Bersikap?

- Rabu, 21 September 2022 | 18:30 WIB
Najwa Shihab (najwashihab/ IG)
Najwa Shihab (najwashihab/ IG)

NONGKRONG.CO - Sebelum Ramai kritik tajam gaya hedon polisi oleh Najwa Shihab versus Nikita Mirzani sampai dari ‘Sahabat Polisi” dipublik beredar nama Tengku Zanzabella, saat rapat di gedung MPR/DPR, Jakarta pada Rabu 24 Agustus 2004, beberapa waktu yang lalu, Johan Budi sebelumnya sudah menanyakan mengenai gaya hedonis sebagian anggota polisi. Meskipun masih banyak juga polisi yang baik.

”Yang kedua ini yang menjadi keprihatinan Saya Pak Listyo Sigit. Ketika Saya berkunjung ke Dapil, sekarang saya lihat polisi-polisi yang di bawah ini Pak (Kapolri), seperti Kapolres, Kapolsek mulai menikmati hidup hedon (hedonisme). Kalau bukan kapolresnya atau kapolseknya, istrinya di medsos pamer sepeda harga Rp300 juga dan lain sebagainya. Ini menyakitkan Pak," jelas Johan kepada Kapolri.

Ditegaskan juga dalam wawancara kompas TV menanyakan sikap Kapolri terhadap polisi yang bergaya hedonis, kemudian foto gaya hidup mewahnya itu diekspos pada medsos sehingga sampai di publik terasa agak menyakitkan. Tepatnya pada menit ke 00:41:51 mengenai Sanksi bagi polisi bergaya hidup mewah.

Baca Juga: Najwa Shihab Sentil Gaya Hidup Hedon Anggota Kepolisian Yang Dipertontonkan di Depan Publik

Listyo Sigit sendiri berkomentar mengenai gaya hidup yang terkesan hedonis sudah ada regulasi yang mengatur termasuk telegram rahasis (TR), dari propam juga sudah membuat TR untuk melarang dan ada sanksinya. Termasuk jika ada laporan dari masyarakat juga akan ditindak lanjuti, Beberapa sudah banyak yang diproses.

Tidak hanya gaduh ditingkat medsos, tetapi data menunjukan ketidakpuasan publik dengan survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menurun tajam pada Agustus 2022, dibandingkan Mei 2022. Dikutip dari nasional.kompas.com pada 26 Agustus 2022 yang lalu.

"Kondisi penegakan hukum, persepsi positif menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam sepanjang tahun 2022, sekitar 14-15 persen. Sebaliknya, persepsi negatif menunjukkan tren peningkatan dengan kisaran yang kurang lebih sebanding, 14-16 persen," tulis keterangan Indikator, seperti dikutip pada Jumat (26/8/2022).

Baca Juga: Soroti Sambo dan Gaya Hedon Polisi, Kritik Nikita Mirzani Sampai Ibu Bhayangkari, Nitizen Menang di Tim Nana

Sementara itu, saat ditanya mengenai tingkat kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum, seperti Polri, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), institusi yang dipimpin oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu menempati posisi buncit dengan 54,2 persen (cukup/sangat percaya). Sementara kepercayaan publik terhadap KPK 58,8 persen dan Kejaksaan Agung 63,4 persen.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Malam Pertama Saat Mau Sex Tewas, Apa yang Terjadi?

Kamis, 22 September 2022 | 19:49 WIB
X