• Rabu, 17 Agustus 2022

Stigmaisasi Berjilbab di Sekolah Negeri, Kok Sebagai Pelanggaran Terhadap HAM?

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:30 WIB
model seragam sekolah (ES/ FB)
model seragam sekolah (ES/ FB)

NONGKRONG.CO Viral siswi SMAN 1 Banguntapan di Bantul DIY, depresi karena dipaksa mengenakan jilbab. Kemudian beredar aturan soal tata krama dan tata tertib kehidupan sosial di sekolah SMP Negeri 2 Turi yang ditandatangani oleh kepala sekolah.

Dalam aturan tersebut tertera wajib jilbab bagi siswi beragama Islam meskipun pada akhirnya direvisi. Kemudian, ramai muncul reaksi nitizen dengan meme "kembalikanlah standar seragam sekolah negeri kayak dulu”.

Yang dimaksud ‘dulu’ disini bisa jadi jaman seperti masa Orde Baru. Meme yang beredar menjelaskan standar idealnya seragam dulu adalah dengan seragam para perempuan memakai pakaian lengan pendek dan rok selutut dan tentunya tanpa jilbab.

Baca Juga: Viral Status Rektor dan Profesor soal Jilbab Bernada Rasis dan Kontroversial

Pembacaannya seolah kondisi sekarang didefinisikan seragam anak sekolah yang berjilbab tidak pantas karena berasal dari unsur paksaan. Bahkan lebih jauh, seragam perempuan berjilbab di sekolah negeri merupakan pelanggaran terhadap HAM.

Kita tarik sejarah lebih jauh era Soeharto, saat itu bahkan anak-anak santri yang ingin belajar di sekolah umum negeri, tahun 1980-an anak perempuan harus mencopot jilbabnya. Kalau tidak mau melakukannya, dipersilahkan belajar di madrasah saja yang saat itu madrasah diperlakukan lebih rendah.

Tahun 1990-an ketakutan berekspresi terhadap agamanya dengan berhijab masih berlanjut. Bahkan era saat itu, foto Ijazah diwajibkan kelihatan kupingnya otomatis lepas jilbab. Kekuasaan orde baru saat itu masih pobhia terhadap simbol dan identitas kebangkitan Islam, jilbab merupakan ancaman.

Baca Juga: Totto Chan: Mendobrak Dogma, Kurikulum Merdeka yang Melampaui Zamannya

Paska reformasi 1998 ketika kebebasan berekspresi menyampaikan pendapat diapresiasi, bermunculanlah perempuan berjilbab. Mulai dengan bebas memakai cadar sampai sekedar memakai syal penutup rambut. Poinnya adalah bebas dan tentunya sopan dalam berekspresi lewat pakain yang dikenakan.

Halaman:

Editor: Noor Wahid Al-Mutakassirah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Luna Maya Masuk Rumah Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Nycta Gina Memberikan Izin Suami Poligami?

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:30 WIB

Dari Kasus Pegawai Alfamat, Kita Belajar...

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X