• Kamis, 7 Juli 2022

Pertikaian di Masjid Yang Terjauh

- Rabu, 20 April 2022 | 13:32 WIB
Kompleks Masjid Al Aqsha, Yerussalem Timur (WikimediaImages dari Pixabay)
Kompleks Masjid Al Aqsha, Yerussalem Timur (WikimediaImages dari Pixabay)

 

Nongkrong.co - Hari-hari ini, berita tentang pengusiran ibadah kaum muslim Palestina di kompleks masjid al Aqsa, kota lama Yerussalem, kembali tersebar luas di twitter. Merujuk pada berita pada tahun-tahun lalu, berita ini tidaklah aneh.

Republika, misalnya, pada tanggal 28 Maret tahun 2018 lalu, menurunkan berita berjudul: Yahudi Desak Muslim Kosongkan Al-Aqsha untuk Perayaan Paskah. Dengan melihat judul ini, kita bisa tahu konteks pengusiran ibadah kaum muslim Palestina baru-baru ini. Betul: perayaan hari suci Paskah Yahudi.

Tahun ini, perayaan hari suci tersebut sudah berlangsung sejak 15 April dan akan berakhir tangal 23 April 2022 nanti. Hari suci ini sangat penting dalam tradisi Yahudi. Sebab, Paskah Yahudi adalah peringatan pembebasan orang Ibrani kuno dari perbudakan Mesir yang diperintah oleh Fir'aun.

Termasuk dalam tradisi ini, anak sulung laki-laki akan berpuasa sebagai bentuk peringatan atas selamatnya mereka dari pembunuhan anak sulung pada zaman Firaun, sehari sebelum Paskah. Sebagai muslim, saya mengenali pembunuhan anak sulung ini dalam berbagai kisah tentang Nabiyulloh Musa as.

Kasus pertikaian di kompleks Masjid al Aqsha sepertinya belum akan berakhir pada tahun-tahun mendatang. Akibat kasus ini, yang selalu berulang-ulang setiap tahun, sebagai muslim, saya melihat kegeraman yang tak terperi dalam hati orang-orang Islam di Indonesia. Mereka mengutuk Israel yang telah menduduki wilayah Palestina sebagai negara yang sah dan merdeka.

Sebagian dari mereka, termasuk saya, bertanya-tanya: Apa yang sebenarnya yang sedang terjadi? Tidakkah Allah swt mempunyai berkehendak menyelamatkan kompleks Masjid al Aqsha? Tidakkah Allah swt mempunyai keinginan menyelamatkan warga Palestina dari pendudukan Israel?

Tentu saja, tidak ada jawaban (pasti) atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Umat Islam kini tak bisa lagi bertanya kepada Nabi Muhammad saw atas persoalan-persoalan ini. Dan hal ini membuat pilu hati sebagian besar muslim.

Sebagai muslim, saya sadar betul Nabi Muhammad saw membawa syariat baru yang, dengan demikian, menghapus syariat lama yang dibawa Nabi-Nabi sebelumnya. Namun, konsep Islam sebenarnya bukanlah membawa agama baru. Justru, Islam menyerukan kembali kesatuan konsepsi tentang Tuhan dan menyempurnakannya.

Halaman:

Editor: Ahmad A. Na’im-i

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aturan Masuk Mall PPKM Level 2

Rabu, 6 Juli 2022 | 20:30 WIB

Mari Berlomba Dalam Kebaikan, Yuk Berqurban

Rabu, 6 Juli 2022 | 19:15 WIB

Siapakah Arawinda Kirana Sebenarnya?

Rabu, 6 Juli 2022 | 15:30 WIB

Polemik ACT: Haruskah Diproses Hukum?

Rabu, 6 Juli 2022 | 14:15 WIB
X