• Senin, 15 Agustus 2022

Cerpen Harga Sepotong Kaki karya Arianto Adipurwanto

- Jumat, 29 Juli 2022 | 13:48 WIB
Cerpen Harga Sepotong Kaki, televisi besar (Pixabay)
Cerpen Harga Sepotong Kaki, televisi besar (Pixabay)

NONGKRONG.CO - Setelah kakinya putus dan menerima uang asuransi yang tidak seberapa dan juga itu pun tetap disunat sana-sini, Sartep membeli televisi. Televisi besar sekali, terbesar di kampung. Seorang yang gemar membaca kitab suci menyebut televisi milik Sartep seperti ular Nabi Musa yang menelan ular-ular kecil ciptaan para penyihir.

Orang-orang di kampung akrab dengan kisah itu. Anak-anak kecil juga mengetahuinya lewat komik-komik kisah nabi yang kerap mereka beli di pedagang komik keliling. Sesungguhnya bukan pedagang komik keliling tetapi pedagang aneka peralatan rumah tangga yang juga kebetulan menjual komik serial kisah-kisah nabi dan juga siksa neraka.

Televisi milik Sartep menjadi alasan orang-orang datang untuk berkumpul di rumahnya. Melihat keramaian itu seorang ibu kemudian menjual pelecing yang rasanya sangat pedas, membakar mulut para penonton dan membuat mereka lebih bertenaga mengumpat tokoh-tokoh cerita yang sangat menyebalkan bagi mereka. Tokoh-tokoh cerita yang jahatnya tidak tertolong dan si baik yang begitu pasrah sampai-sampai menjadi teramat bodoh.

Baca Juga: Jokpin Dan Permainan Bunyi Bahasa Indonesia Yang Lucu

Seorang perempuan lain juga mulai membangkitkan kemampuan lamanya membuat aneka jajan-jajanan yang telah lama tidak muncul. Setiap kali ia melihat iklan yang memuji-muji kelezatan sebuah makanan di layar televisi, warga ini akan berteriak, sering mengejutkan para warga, “Enakan jajan buatan saya. Sampai Hongkong kalian cari ndak ada!”

Pasangan muda mudi cekikikan di tempat-tempat gelap. Mereka tidak begitu tertarik menonton televisi. Mereka hanya menggunakan kesempatan untuk berkenalan dan bermain cinta-cintaan dengan pasangan mereka. Bukan hanya warga kampung setempat yang datang, tetapi warga dari kampung-kampung lain yang penasaran melihat televisi milik Sartep.

Terkadang, ketika Sartep mulai uring-uringan dan tidak bisa menyembunyikan rasa muaknya kepada orang-orang di sekitarnya, ia akan mulai berteriak-teriak, mengumpat besi besar yang menindih kakinya dan mengumpat dokter-dokter Malaysia yang telah memotong kakinya tanpa terlebih dahulu meminta izin dirinya. Ia menceritakan bagaimana ia terbangun di negeri orang dan menyadari kakinya telah terpotong.

Baca Juga: Aan Dan Bongkahan Perasaan Sebelum Sendiri

Jika begitu, Sartep akan melemparkan aneka benda di dekatnya dan melontarkan umpatan-umpatan kasar. Juga ia mulai mengancam akan menghancurkan televisi miliknya. Para penonton yang takut mendapat masalah cepat-cepat pulang. Para pedagang menyunggi bakul, muda mudi membangkitkan hantu-hantu lama, saling menakuti, berangkulan, dan pada salah satu malam itulah pasangan Kecepeh dan Kecuntil menepi ke tengah kebun, sampai belum begitu lama setelah itu, Kecepeh mengejutkan sekelompok perempuan di sungai tempat mereka biasa mandi. Puting susunya terlalu hitam dan mengembang untuk ukuran puting anak gadis dan hasil penelusuran cepat yang dilakukan para perempuan dewasa dipastikan Kecepeh telah hamil.

Halaman:

Editor: Rudy Han Gagas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teman Dari Amsterdam Bagian 11

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Felix Dan Rekam Jejak Indonesia Timur Yang Menarik

Senin, 15 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Jakarta Ramai Bentuk Lagu Tentang Jakarta Yang Menarik

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:45 WIB

Arafat dan Jejak Kota Yang Aneh

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:15 WIB

Tukang Tambal Ban

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Cerpen Keterasingan Sadewa Oleh S. Prasetyo Utomo

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:57 WIB

Perjalanan Yang Luar Biasa Ala Sapardi Djoko Damono

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:00 WIB

Mumut Dan Kumpulan Perasaan Yang Rumit

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Arafat Dan Rekam Kota Yang Egois

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Teman Dari Amsterdam Bagian 10

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Perasaan Yang Multitafsir Ala Sapardi Djoko Damono

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Kesederhanaan Uang Ala Jokpin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Teman Dari Amsterdam Bagian 9

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Puisi Padat Ala Michael Djayadi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:30 WIB
X