• Senin, 15 Agustus 2022

Cerpen Dongeng yang Salah karya Ricardo Marbun

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 09:52 WIB
Ilustrasi Dongeng yang Salah (Pixabay)
Ilustrasi Dongeng yang Salah (Pixabay)

NONGKRONG.CO -
Perang seolah usai. Dadamu terasa lebih ringan. Lebih lengang. Tidak lagi diriuhi beragam kebimbangan. Tak lagi disesaki bertumpuk-tumpuk kemarahan karena sudah tidak diperlukan, tidak dianggap.
Dibuang seperti nasi basi ke tong sampah. Atau barang sisa yang tak berguna. Apkiran! Kau sudah melakukan semua dengan baik. Sekarang kau hanya perlu menunggu sedikit waktu untuk menonton fragmen berikutnya yang akan terjadi tepat di depan matamu. Kegemparan!

Wajahmu mengapas setelahnya. Kau berdiri garis lurus tepat di depan pintu masuk sebuah gedung resepsi yang sedang berlangsung. Kau memilih berdiri di seberangnya. Kau memang tidak diundang. Tidak ada namamu dalam daftar undangan mereka. Kau adalah orang asing yang tidak memiliki kepentingan bagi keluarga yang sedang berbahagia itu. Kau tidak diperlukan untuk datang sekedar mengucapkan selamat menempuh hidup baru semoga bahagia selamanya. Mereka tidak membutuhkan itu darimu. Karena kau tidak memiliki kepentingan. Kau bahkan disinyalir adalah sosok penganggu.

Tuduhan itu yang menyalakan kemarahanmu. Kau benar-benar tidak berharga. Baginya kau tak lebih adalah barang yang mana bila dia tidak berkenan dapat dia buang kapan saja. Jantungmu seakan tergores oleh tuduhan tak berdasar itu. Dari tempatmu berdiri kau menghitung penuh kesabaran di dalam hati. Kau siap-siap menunggu kegemparan hebat! Para undangan kocar-kacir menerjang pintu keluar di tengah resepsi pernikahan megah Mayong Hudy Wibowo!

Baca Juga: Cerpen Si Bajingan Kadrun karya Rumadi

Apa cerita dongeng yang pernah Anda baca, dan paling berkesan?
Kau menunduk tersipu sambil menahan senyum. Pertanyaan apa itu? Kau tidak akan mungkin melupakan sesi itu pada sebuah ruang berkaca yang cukup dingin.

Kau tengah mengikuti sesi wawancara untuk sebuah pekerjaan baru. Padahal semalam kau mempersiapkan diri sangat keras. Kau bahkan masih sempat membaca ulang mata kuliah yang berhubungan dengan wawancara yang kini kau jalani. Di tengah gempuran keresahan kau mendengar pertanyaan konyol yang urung membuatmu ingin tertawa. Masih terang kau mengingat namanya waktu dia memperkenalkan diri. Mayong Hudy Wibowo. Panggil saja Mayong, begitu pintanya singkat.

Sejenak kau memain-mainkan kukumu yang terawat bersih. Kesadaran menghentakmu, kau sudah banyak membuang waktu. Saat dagumu terangkat, tatapan matanya tetap terarah padamu. Kau mengubah sikap setelahnya. Dia menunggu jawabanmu.
“Cinderella! Saya menyukai dongeng itu.” Kau menjawab dengan lugas.

Baca Juga: Pentingnya Masakan Ibu Dalam Novel Laut Bercerita

Dia terus saja menatapmu. Sepertinya dia kurang puas mendengar jawaban singkatmu. Kau memutar otak untuk berpikir melanjutkan jawaban yang kira-kira dapat memuaskan keinginannya.
“Dongeng khas anak perempuan. Saya pikir semua anak perempuan di dunia ini tentu menyukai dongeng itu. Termasuk saya! Saya tentu tidak mengalami nasib serupa tokoh cerita sebab saya tinggal dengan Ibu kandung saya.”

Halaman:

Editor: Rudy Han Gagas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teman Dari Amsterdam Bagian 11

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Felix Dan Rekam Jejak Indonesia Timur Yang Menarik

Senin, 15 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Jakarta Ramai Bentuk Lagu Tentang Jakarta Yang Menarik

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:45 WIB

Arafat dan Jejak Kota Yang Aneh

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:15 WIB

Tukang Tambal Ban

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Cerpen Keterasingan Sadewa Oleh S. Prasetyo Utomo

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:57 WIB

Perjalanan Yang Luar Biasa Ala Sapardi Djoko Damono

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:00 WIB

Mumut Dan Kumpulan Perasaan Yang Rumit

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Arafat Dan Rekam Kota Yang Egois

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Teman Dari Amsterdam Bagian 10

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Perasaan Yang Multitafsir Ala Sapardi Djoko Damono

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Kesederhanaan Uang Ala Jokpin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Teman Dari Amsterdam Bagian 9

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Puisi Padat Ala Michael Djayadi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:30 WIB
X